Proyek Menulis Buku Tahun 2016

Pada artikel saya berjudul Sukses Stori: Program Ambisius Blogger Kementhus ada dua komentar yang menarik perhatian saya.Yang pertama dari Innayah, blogger yang mengawali tahun 2016 dengan menerbitkan artikel berjudul Nasihat Habib Lutfi bin Yahya di Tahun Baru. Innayah menulis komentar berbunyi:”pak dhe..kenapa harus 1 bulan 1 buku? kok ndak..ngeluarin 1 buku tapi sekalian yang cetar..diterbitin penerbit besar gitu?”

Untuk menjawab komentar bernada pertanyaan dari Innayah tersebut dapat saya jelaskan sebagai berikut.

1. Saya menerbitkan satu bulan satu buku tentu ada tujuannya yaitu:

a. Untuk mengabadikan artikel blog menjadi buku agar dikenang anak-cucu. Siapa tahu nanti ada kiamat internet. Sayang rasanya jika artikel itu ikut lenyap. Saya juga pernah menghimbau sahabat blogger agar menulis buku dengan bahan artikel yang ada di blog.

b. Agar semakin banyak ilmu dan pengalaman yang saya bagikan kepada orang lain. Maklum tak semua orang hobi main internet. Jika berupa buku kan mereka bisa membeli atau meminjam dari orang lain.

c. Untuk memperkokoh dan melenturkan urat menulis. Semakin banyak kita menulis maka lama-kelamaan kita akan menemukan gripnya. Oleh karena itu menerbitkan hanya satu buku selama setahun saya rasakan kurang.

.

Urat menulis harus kokoh tapi lentur

.

2. Di antara buku yang saya terbitkan sepanjang tahun 2015 sudah ada satu buku yang diterbitkan oleh penerbit besar (major publisher) Buku itu berjudul Yuk Ibadah di Dumay yang diterbitkan oleh Quanta Emk, imprint dari PT. Elex Media Komputindo, Grup Gramedia. Walaupun belum cethar membahana tetapi setidaknya sudah mejeng di toko buku ternama.

.

Hadiahkan untuk remaja Anda

.

3. Ada seorang editor yang mengatakan bahwa menulis buku jika niatnya agar gagah, banyak uang, cethar membana, terkenal, dan lain-lainnya bisa menjadi handicap atau hambatan bagi penulis. Akhirnya tak menulis satu buku pun karena terlalu tinggi angan-angan dan ingin mendapat tepuk tangan. Itulah sebabnya saya menulis karena saya suka menulis. Itupun saya batasi hanya topik yang saya sukai dan saya kuasai.

Terima kasih Innayah.

.

Yang kedua komentar dari Ria Rochma. Pada akhir tahun 2015 Blogger yang berprofesi sebagai seorang guru ini menurunkan artikel berjudul [Card Making] Birthday Card for My Parent. Dalam kolom komentar Ria menulis: “Saya jadi nungguin program setahunnya pakdhe lagi. Ikutan penasaran nih, pakdhe. Dan alhamdulillah, buku-buku pakdhe itu bermanfaat banget.”

Hmmmmm….Program tahun 2016 tentu tidak sama dengan program tahun 2015. Harus ada warna tersendiri. Pada tahun ini saya juga tidak membuat resolusi, apalagi revolusi. Tahun lalu, 11 dari 12 buku yang saya terbitkan adalah non fiksi berupa kumpulan cerita pendek. Nah tahun ini akan saya tingkatkan. Saya ingin melanjutkan naskah buku non fiksi berupa novel yang saat ini baru sampai halaman 30.

Menulis novel bukan passion saya tetapi saya ingin mencobanya. Siapa tahu kelak pada sebuah film nasional muncul kredit titel berbunyi:” Film ini diangkat dari novel berjudul Cucu Seorang Jenderal karya Abdul Cholik.” Kan asyik tuh, apalagi jika saya diminta memerankan tokoh kakeknya. Hahahaha….

Seperti saya utarakan pada artikel terdahulu bahwa saya masih mempunyai cadangan naskah buku yang sudah disetujui untuk diterbitkan oleh penerbit mayor. Naskah non fiksi ini akan bergandengan tangan dengan calon novel untuk mengisi tahun 2016. Apakah hanya dua buah buku itu saja? Belum tentu, jangan nuduh donk. Jika saya tiba-tiba tersangsang untuk menulis naskah buku lagi ya masa saya cegah.

Syokur jika buku saya bermanfaat. Yang bisa diaplikasikan ya dikerjakan.

Terima kasih Ria Rochma.

.

Cekak-cingkrange, proyek menulis buku tahun 2016 tidak sepadat tahun 2015. Mungkin saya hanya akan menulis satu buku setiap triwulan. Itu berarti hanya 4 buku yang akan saya persembahkan kepada Ibu Pertiwi. Saya ingin juga menerbitkan photo book berisi pengalaman traveling ke berbagai negara dan kiprah saya selama menjadi perwira militer. Di sela-sela proyek itu tentu saya akan tetap menulis artikel di blog atau menulis untuk media.

Apakah sahabat membuat Resolusi 2016? Silakan di share agar menjadi tambahan informasi bagi sahabat yang lainnya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. felyina says:

    wuzzzzzz!
    Sungkem sama Pak Guru Pak Dhe Cholik.

    Matur nuwun
    Yuk mulai nulis buku

  2. Pakde….aku adalah satu satu orang yg selalu menunggu buku2 karya Pakde.. Aku juga telah memiliki beberapa buku karya Pakde.. Senang sekali mengikuti kiprahnya Pakde yg selalu konsisten menulis.. Semoga senantiasa menularkan virus menulis dan berbagi pengalaman ttg menulis..

    Terima kasih Jeng
    Yuk menulis

  3. Izzah Annisa says:

    Sehat selalu ya, Pakde. Pakde adalah sosok inspiratif yang menginspirasi saya untuk terus menulis 🙂

    Amiin, matur nuwun Jeng

  4. nh18 says:

    Bagi mereka yang mengerti …
    Menulis satu bulan satu buku itu sebuah pencapaian yang luar biasa …
    diperlukan ketahanan … kreatifitas, juga konsistensi dan disiplin yang terjaga baik

    Salut untuk satu bulan satu bukunya Pak De
    dan 2016 pak De mencoba untuk menginjak ke ranah yang baru lagi … Mantap …

    Sukses Pak De

    Salam saya

    Terima kasih Om
    Gara2 proyek ini BW jadi kedodoran

  5. Lidya says:

    klau gitu tahun 2016 saya akan baca satu bulan satu buku karya pakde, saya order ya pakde. Jangan lupa loh ini serius di tunggu buku-buku barunya
    Sip, tak catat. Terima kasih

  6. Mugniar says:

    Hm, benar juga ya, Pakdhe.
    Kalo ada modal, bisa nerbitin sendiri buku, dengan tujuan-tujuan seperti yang Pakdhe tuliskan di atas.

    Sukses terus ya, Pakdhe. Semoga selalu sehat supaya terus berkarya.

    Betul. Menerbitkan buku secara mandiri harus ada modal, mau berpromosi, dan juga bisa mendistribusikan sendiri atau lewat distributor. Katanya bakal untung lumayan.

  7. Susindra says:

    Yang jelas, bagi saya, Pakde hebat sekali. Semangat dan passionnya luar biasa. Apalagi buku Pakde sering enak dibaca dan sarat ilmu.

    Terima kasih dukungannya

  8. Bunda Nad says:

    Sudah sejak lama saya tidak membuat resolusi, PakDe.. Mengalir saja mengikuti lika-liku yang telah digariskan oleh-Nya. Tapi keinginan tetap punya, sih, walau tak mematok.

    Dan saya juga ingin menulis buku lagi. 🙂 Semangat, PakDe.

    Iya saya juga nggak mbuat resolusi.
    Lanjut nulis bukunya

  9. brizki says:

    wow… keren pakdhe… sy kapan mulai nulis buku ya? #loading
    Mari dimulai

  10. Rani says:

    akkkk, pakde itu emang selalu kereeeenn 😀 😀

    Semoga program untuk tahun 2016 nya bisa berjalan lancaaar dan sesuai rencana yoo pakde :))

    Amiin
    Terima kasih

  11. Ira Guslina says:

    Wuih… memasuki babak baru… Novel… ditunggu karyanya Pak De

    Semoga bisa ya.

  12. Innnayah says:

    Wahhh aku dicawel, maturnuwuun.

    Kami menunggu ‘paket kebijakan pak Dhe Cholik 2016’ hahahah

    Entar biar diumumken Sekab

  13. diah says:

    huaaaahh, pengen jugalah Pak Dhe bisa nulis buku kayak Pak Dhe, tapi sayanya gak PD 😀

    btw, sehat kan Pak Dhe? Salam tuk Ibu juga yaaah *semoga masih ingatlah ma saya yg sempat ketemu Pak Dhe dan Ibu 2013 silam 😀

    Yuk segera dimulai hari ini
    Alhamdulillah sehat, semoga Dinda juga segar bugar

  14. Faris says:

    Ane juga ada cita-cita untuk membuat sebuah buku, tapi masih jalan ditempat. haha.
    Pokoknya menarik nih untuk menunggu karya dari bapak! 😀

    Ayo dilanjutkan Mas

  15. Ah pakde slalu keren. Salut aku sama semangatnya.

    Mumpung masih muda,Nduk
    Terima kasih

  16. hani says:

    Kapan2 saya pengen tuh nulis artikel lalu dimuat di blognya PakDe. Secara PakDe tuh agak2 rolemodel u saya. Nulis blog mah saya udh hampir 10 thn, tapi ga cetar membahana kayak PakDe. Nulis buku jg baru 3 thn ini. Asyik juga kayaknya ada tulisan saya nyangkut di blog PakDe. Bagusnya tentang apa yah? Maklum menjelang lansia… 🙂

    Masih kinyis2 kok menjelang lansia sih
    Apa saja yang disukai dan dikuasai

Leave a comment