Sukses Stori : Program Ambisius Blogger Kementhus

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Program Satu Bulan Satu Buku 2015 berhasil saya selesaikan. Ini memang program ambisius seorang blogger kementhus. “Gaplek ning krikilan, wis tuwek petakilan,” begitu mungkin kata orang Jawa. Program SabulSabuk 2015 ini juga bak acara uji nyali, bukan hanya sekedar mengandalkan kekuatan fisik tetapi juga perlu ilmu pengetahuan dan ketrampilan menulis.

Menerbitkan buku setiap bulan selama setahun bukan sebuah kegiatan main-main. Ini juga bukan sebuah kegiatan pribadi, mandiri, tetapi melibatkan pihak lain yaitu penerbit. Buku yang terbit juga bukan sekedar koleksi pribadi untuk dipajang di rak rumah atau kantor sendiri. Buku yang sudah terbitkan juga akan dibaca oleh orang lain. Oleh karena saya merencanakannya dengan, mempersiapkan dengan baik, dan melaksanakannya dengan baik pula. Walaupun saya serius secara mental namun saya tetap santai dalam pelaksanaaanya.

.

Serius tapi santai

.

Saya tidak berpretensi bahwa keberhasilan saya menerbitkan 12 buku selama setahun adalah wujud kehebatan saya. Tidak kawan. Semua orang yang sudah bisa membaca dan menulis bisa melakukannya. Tinggal mau apa tidak. Selain campur tangan Tuhan, ada beberapa kunci sukses yang menyertainya.

1. Niat yang lurus. Program ini saya buat dengan niat untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat agar bernilai ibadah. Jika ada efek sampingan (materi, misalnya) maka itu saya anggap sebagai bonusnya.

2. Sehat jasmani-ruhani. Ini perlu karena sakit gigi, sariawan, bisulan, yang tak pernah dibezuk orang saja bisa mempengaruhi kinerja loch.

3. Pengetahuan dan ketrampilan menulis. Tak perlu ilmu yang spektakuler. Yang penting memahami kaidah menulis.

4. Istiqomah-konsistensi. Ini tak kalah penting. Menulis 10 halaman selama seminggu lalu aras-arasen selama 2 minggu tentu tak elok.

5. Penerbit yang andal. Agar terbitnya buku bisa setiap bulan maka saya bersandar kepada penerbit indi yaitu Penerbit Sixmidad. Pemiliknya sudah saya kenal dengan baik dan juga pernah kopi darat. Mas Rudi G. Aswan harus bisa saya kendalikan dengan baik agar proses cetak dan pracetak berjalan dengan lancar. “Sampai di mana buku saya?” merupakan kalimat yang bernada pengawasan dan pengendalian. Namun demikian ada juga naskah yang saya kirim ke penerbit mayor yaitu Quanta Emk. Alhamdulillah diterima sehingga bisa saya pasang pada jadwal program saya sesuai dengan jadwal penerbitan di Quanta Emk.

6. Dana yang cukup untuk penerbitan mandiri. Menerbitkan buku secara mandiri jelas memerlukan biaya. Saya mengambil paket Kuntum di Penerbit Sixmidad, Bogor.

7. Dukungan keluarga dan sahabat. Dukungan mereka juga saya perlukan agar semangat saya terus berkobar dari start sampai finish.

8. Cinta. Selain cinta kepada Allah Swt, Rasulullah Saw, dan keluarga, saya juga harus mencintai hobi saya ini. Kalau tidak ya bubar.Dengan menyintai hobi menulis maka saya bisa membuat naskah buku dengan enjoy.

9. Sabar, tekun, dan ulet. Ini berkaitan dengan sikap mental. Jika kondisi mental kurang bagus maka program ini juga akan terseok-seok jalannya.

10. Berdoa. “Ya Allah, berilah saya kesehatan, kesempatan, dan kelapangan rezeki agar saya dapat menyelesaikan program ini dengan baik dan lancar.” Doa sederhana ini saya panjatkan setiap saat.

.

Inilah 12 buku hasil Program Satu Bulan Satu Buku 2015(Program SabulSabuk 2015) Saya daftar berdasarkan urutan bulan terbitnya, mulai bulan 1 (Januari) sampai bulan 12 (Desember)

1.Neo Blogger

2.Jangan Panggil Aku GAN

3.Permak Blog Seminggu Tanpa Pegal Linu

4.Dari Blog Menjadi Buku

5.Enakan Jadi Juragan

6.Berburu Pahala di Luar Musala

7.Yu Ibadah di Dumay

8.Bintang Untuk Emak

9.Begal Asmara

10.Makover Blog WordPress

11.Setelah kata SAH Berkumandang

12.Menang Dengan Elegan

Buku tersebut di atas terdiri dari beberapa kategori yaitu: motivasi dan pengembangan diri, tips ngeblog, bisnis rumahan, non fiksi Islami, semi memoar, dan fiksi.

Profil tiap buku dapat dilihat di halaman Bukuku

.

.

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Emak, anak, menantu, para cucu, kerabat, dan sahabat.

2. Mbak Linda Razad, Mbak Lucky serta awak penerbit Elex Media Komputindo cq Quanta Emk.

3.  Mas Rudy G. Aswan dan awak penerbit Sixmidad.

4. Mas Akhmad Muhaimin Azzet yang ikut mendandani beberapa naskah buku.

5. Beberapa teman  yang ikut memberi endorsemen pada buku saya berjudul Yuk Ibadah di Dumay yang diterbitkan oleh Quanta Emk, PT. Elex Media Komputindo. Mereka adalah: Akhmad Muhaimin Azzet, Candra Nila Murti Dewojati, Hariyanti Sukma, Melan Vitri, Myra Anastasia, Reffi Dinar, Rudy G. Aswan, Tanti Amelia, Uniek Kaswarganti, dan Yuni Fawwaaz Rudy.

6. Para pembeli dan pembaca buku karya saya

7. Para sahabat Blogger dan Facebooker yang selalu mengompori saya untuk terus menulis.

.

Dengan program Satu Bulan Satu Buku apakah saya lantas ndekem saja di kamar dan nggethu menulis naskah buku? Ah tidak kawan. Saya masih ngeblog seperti biasa, mengikuti dan menyelengarakan lomba blog atau giveaway. Saya juga menikmati tayangan televisi, dan jalan-jalan pula. Ishoma berjalan seperti biasa. Saya juga masih bisa menggelar acara kopi darat bersama sahabat blogger dan mengikuti acara Workshop Fun Blogging 7 di Surabaya.

.

Kopdar peluncuran buku Bintang Untuk Emak

.

Fun Blogging 7 di Surabaya

.

Pada bulan September 2015 saya bahkan masih sempat menerbitkan buku berjudul 24 Resep Kue Dari Dapur Blogger Kece. Artikelnya berupa resep karya para sahabat peserta Giveaway Mini Sepotong Kue Untuk Pakde. Nekat wal uedan, kan hehehehe.

.

.

Barangkali ada yang bertanya apakah tahun 2016 saya juga akan membuat program serupa. Tentu saja tidak. Saya ingin menyelesaikan naskah novel yang untuk sementara saya pending. Menulis novel adalah keinginan saya. Unik dan sensasinya memang agak sexy ketika saya harus menarik ulur imajinasi yang mengembara ke mana-mana. Dalam menulis novel konon saya tak boleh hanya mengatakan:”wanita itu cantik sekali.” Saya harus mengutarakan dengan jelas bagaimana wanita cantik itu agar imajinasi pembaca ngejawantah seolah wanita itu sedang ditatapnya (halah..halah..sok lebay, Pakde) “Don’t tell but show it,” kata Tanti Amelia dalam suatu perbincangan santai bersama saya di sebuah steak house beberapa bulan yang lalu.

Agar keinginan saya tersebut tidak asbun atau menjadi resolusi setengah hati maka saya bertekad menerbitkan novel perdana tersebut pada tanggal 23 Agustus 2016. Insya Allah dan semoga mendapat ridhoNya. Sementara itu saya juga masih menunggu terbitnya sebuah buku yang saya kirim ke penerbit mayordan sudah setujui untuk diterbitkan. Semoga tahun ini bisa mejeng di toko buku termuka di Indonesia. Mohon doa teman-teman ya.

Buku apa yang akan sahabat terbitkan pada tahun 2016?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

18 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Wah, selamat ya, Pakdhe. Proyek ambisiusnya terwujud. Benar2 menginspirasi, nih.
    Semoga selalu sehat dan diberkahi Allah SWT ya, Dhe 🙂

    Amiin
    Matur nuwun Jeng

  2. @kakdidik13 says:

    Sukses selalu pakdhe, wih keren banget 12 buku dalam 1 tahun. Aku sih berkeinginan bisa menerbitkan buku tentang Pengalaman JPI & BPAP, paldhe. Mohon bimbingan & do’anya !!! #SemangatPakDhe

    Ayo segera dimulai Mas

  3. Lidya says:

    Allhamdulillah terpenuhi sudah satu bulan satu buku ya pakde. Saya punya buku keroyokan juga karena Pakde. di Tahun 2016 apa ada rencana menerbtkan buku lagi pakde?

    Ada
    Silahkan dibaca di sini

    http://www.abdulcholik.com/tip-menulis/proyek-menulis-buku-tahun-2016

  4. Agung Rangga says:

    selamat tahun baru, pakdhe! 😀
    semoga proyek novelnya berjalan lancar ya~
    dan mudah-mudahan, saya bisa sesukses pakdhe dalam menerbitkan buku. 🙂

    Amiin, ayo mulai

  5. Huaaa..buku apa ya dhe? 🙁
    Belum kepikiran.
    Salut sama semangat sabulsabuknya Pakde.

    Buku resep makanan kan paling mudah
    Polanya sama
    -Bahan
    -Bumbu
    -Cara memasak
    -Cara menyajikan
    -Jangan lupa fotonya
    gampang kan

  6. inda fitri says:

    keren pak deee…
    terus menginspirasi ngge de, dan smoga sukses jg program kece pak de selanjutnya, nerbitin novel, amiinnn

    Insya Allah
    Matur nuwun

  7. Tatit Ujiani says:

    Selamat PAkdhe, semoga selalu sehat dan cara mengkompori dalam hal menulis emang jooos nyooos. 🙂

    Matur nuwun Jeng
    Piye bukumu?

  8. innnayah says:

    pak dhe..kenapa harus 1 bulan 1 buku? kok ndak..ngeluarin 1 buku tapi sekalian yang cetar..diterbitin penerbit besar gitu?

    Ada tuh yg keluaran PT.Elex Media Komputindo

  9. Ria Rochma says:

    Saya jadi nungguin program setahunnya pakdhe lagi. Ikutan penasaran nih, pakdhe. Dan alhamdulillah, buku-buku pakdhe itu bermanfaat banget 🙂

    Tak jawab dalam artikel terbaru ya

  10. kakaakin says:

    Dan saya pun tertunduk malu…
    Hehe…
    Apa kabar, Pakdhe? 😀

    Kabar baik
    Terima kasih

  11. […] artikel saya berjudul Sukses Stori: Program Ambisius Blogger Kementhus ada dua komentar yang menarik perhatian saya.Yang pertama dari Innayah, blogger yang mengawali […]

  12. Susindra says:

    Alhamdulillah program SabulSabak tuntas dengan prestasi luar biasa. Semoga tahun ini bisa 1 buku tiap 2-3 bulan sekali. Aamiin….

    Amiin, harus sudah mulai draft lagi nih

  13. Menarik sekali program pribadinya, Pakdhe. Saya kepingin punya satu, tapi saya nggak tahu belinya di mana.

    Oh ya, nyuwun sewu, Pakdhe, bukannya saya mau menggurui. Tapi kalau lagi ngetik mohon jangan sambil membungkuk. Lebih baik Pakdhe mengetik dengan sikap badan yang tegap, sama tegapnya ketika Pakdhe masih dinas militer dulu. Postur begitu lebih baik jika Pakdhe ingin tetap nampak bugar.

  14. […] ikut menambah ketebalan dompet yang juga patut saya syukuri. Tahun 2015 saya bahkan nekat membuat program ambisius dengan menerbitkan satu buku setiap bulan sepanjang tahun 2015. Alhamdulillah program ini berjalan […]

  15. adu says:

    “Don’t tell but show it,” petikan kalimat yang sangat bagus Pakdhe, boleh saya kutip untuk tulisan di blog saya? Tentu saja sumbernya nanti saya cantumkan dari blog ini.

    Silakan Mas

  16. […] berjumlah 30 buah terdiri dari 25 buku solo dan 5 buku antologi. 12 buku di antaranya hasil Program Satu Bulan Satu Buku tahun 2015. Menerbitkan satu buku setiap bulan selama satu tahun memang program ambisius yang penuh tantangan. […]

  17. […] pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan menjadi pemicu dan pemacu semangat saya untuk menerbitkan Program Ambisius tersebut. Faktanya saya memang berhasil menyelesaikan program itu dengan menerbitkan 12 buku […]

  18. […] pada tahun 2015 itu saya sedang membuat Program Satu Bulan Satu Buku. Ini memang program ambisius yang dilakukan oleh blogger lansia dan kementhus. Agar program ini bukan sesuatu yang abal-abal, […]

Leave a comment