Teks

Cara Membagi Daging Qurban

Dulu acara pembagian daging hewan qurban sering menimbulkan masalah. Ada yang pingsan karena kelelahan dan kepanasan. Ada pula yang sampai meninggal dunia. Bahkan seolah ada ‘makelar’ yang menampung daging qurban orang tak mampu lalu dijualnya.

Untuk mencegah atau meminimalisir kejadian di atas maka pembagian daging hewan qurban sebaiknya diantar ke rumah penerimanya. Untuk itu memang perlu sedikit mengeluarkan tenaga dan biaya. Misalnya menyewa gerobak atau mobil pickup untuk membawa daging hewan qurban itu kepada mereka yang berhak menerimanya.

Calon penerima daging hewan qurban tak perlu datang ke tempat pembagian daging tetapi cukup menunggu di rumah sambil melakukan aktivitas seperti biasa. Panitia dan petugaslah yang mendatangi rumah-rumah penerima.

Dengan cara ini maka yang menerima daging hewan qurban juga akan merasa ‘diuwongke’ atau dimanusiakan. Manula, wanita hamil, atau wanita menggendong anak kecil tak perlu lagi antri berjam-jam dan atau kepanasan.

Tanpa promosi, Allah Subhnahu wa Ta’ala insya Allah akan memberikan pahala kepada setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan benar.

 

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

7 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. di daerah saya pake tiket, panitia sehari sebelumnya sudah menyebar tiket, nanti di tukarkan dengan daging kurban itu, tapi seperti yang mas bilang kadang orang menjual tiketnya itu lalu makelar mengambil daging dan menjualnya kembali, seperti nya lebih baik kalau tiap rumah di datangi satu-satu lalu di beri dagiing kurban itu

  2. Dewi Rieka says:

    Setuju Pakde, kasian daripada harus ngantri πŸ™

  3. Inayah says:

    betul, di desaku gitu sih Pak dhe, terima beres aja yang qurban

  4. jalan jalan says:

    kalau qurbannya masih dikit 7 atau 5 memang bisa pakdhe tapi kalau 50 an sapi seperti di mesjid raya waduh butuh panitia banyak

  5. Ipeh Alena says:

    Di tempat saya pengambilan daging kurban menggunakan kupon, Pakde. Di kupon tersebut disertakan juga jam pengambilannya, meski ada juga yang gak sesuai jam pengambilannya tapi tetap dilayani πŸ˜€

  6. Adi Arifin says:

    Gagasan mengantar langsung ke rumah masing-masing penerima ini sangat baik. Selain mengurangi kemungkinan hal-hal negatif, kita juga “memanusiakan” penerima. Saat kita memberi sesuatu, tidak seharusnya kita meninggikan derajat kita dengan “memanggil” penerima untuk datang. Jauh lebih baik kalau kita sambil memberi sambil merendah, kita datang untuk memberi. Memberi tanpa merendahkan derajat orang yang diberi tentunya jauh lebih baik. Saya kira selain pemberian seperti sedekah dll. hal yang sama juga baik untuk pemberian daging qurban. Betapa sempurnanya amalan panitia qurban kalau bersedia merendahkan diri, mengantar langsung ke rumah si penerima.

    Salam kenal dari Bali Pak.

  7. […] Cara Membagi Daging Qurban saya terbitkan tanggal 1 September 2017. Ini berarti 23 hari yang lalu. Karena sekarang musim […]

Leave a comment