Teks

11 Alasan Mengapa Hiatus Ngeblog

Hiatus dalam dunia perblogging artinya berhenti ngeblog dalam jangka waktu tertentu. Saat dalam status hiatus ini blogger tak lagi menulis artikel, tak membaca artikel blog lain, dan juga tak ngotak-atik tampilan blognya. Kurun waktunya bisa sehari sampai berbulan-bulan, bahkan tahunan. Beberapa alasan yang sering terdengar dari blogger yang mendeklarasikan hiatus saya uraikan di bawah ini.

1.  Sakit

Blogger yang sakit kadang melaksanakan hiatus untuk jangka waktu tertentu. Jangankan untuk menulis artikel atau membalas komentar pengunjung, memikirkan sakitnya saja sudah membuat orang klimpungan. Ketika saya sakit gigi suara keyboard laptop ketika ditutul cekot-cekotnya terasa sampai kepala.

2. Kesibukan pekerjaan

Pada waktu-waktu tertentu kesibukan di kantor atau pabrik biasanya meningkat. Tak jarang pimpinan menginstruksikan agar karyawannya kerja lembur. Bagian keuangan mesti merapikan pembukuannya, staf lain juga bersiap untuk menyusun laporan bulanan atau tahunan.

Mereka yang baru saja bergabung di sebuah instansi pastilah berusaha untuk menunjukkan kerja keras dan kedisiplinannya. Mereka masih berada dalam status diteropong ketat oleh atasannya.

Kesibukan pekerjaan juga bisa menyebabkan kelelahan mental dan fisik, bukan.

3. Bencana alam 

Angin puting beliung, banjir bandang, tanah longsor, atau gunung meletus bisa memporakporandakan apapun. Rumah beserta perabotan mungkin amblas dan rata dengan tanah. Perlu waktu untuk memperbaiki keadaan dan peralatan. Belum lagi jika terjadi korban jiwa dan harta benda lainnya.

4. Pernikahan

Pernikahan bukan hanya sekedar duduk bersanding di atas pelaminan sambil senyam-senyum dan lirak-lirik satu sama lain. Ada proses pendahuluan yang juga menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Paska pernikahan ada proses pindah rumah, pindah tugas, bulan madu dan lain sebagainya.

5. Melahirkan

Sejak wanita mengandung hingga beberapa hari sebelum melahirkan sudah ada kegiatan pendahuluan antara lain kontrol ke dokter guna meyakinkan bahwa segalanya berjalan normal. Demikian pula paska melahirkan. Kebahagiaan dan keasyikan mengurus buah hati pada pagi, siang, dan malam hari menyita waktu, tenaga, dan pikiran.

6. Kematian

Kematian tentu meninggalkan duka yang mendalam. Kesabaran dan ketabahan hati diuji. Ada yang kesedihannya hanya berlangsung beberapa hari dan adapula yang berlarut-larut. Ini juga akan berpengaruh terhadap kegiatan ngeblog.

7. Tak ada peralatan ngeblog

Tidak adanya peralatan ngeblog terjadi karena kerusakan atau kehilangan. Saat bencana alam terjadi peralatan ngeblog bisa hilang atau rusak. Demikian pula pencurian atau perampokan. Kerusakan atau kehilangan laptop atau personal computer yang menjadi alat utama bisa menyebabkan kegiatan ngeblog berhenti. Apalagi jika tempat tinggal kita jauh dari warnet. Sementara ngeblog dengan menggunakan handphone atau tablet belum dikuasai atau tidak disukai.

8. Koneksi internet

Koneksi internet yang kurang bagus bisa menyebabkan blogger uring-uringan yang akhirnya memutuskan istirahat ngeblog. Tak bisa dibayangkan ngeblog dengan koneksi internet yang putus-nyambung-putus-nyambung. Koneksi internet yang yahud merupakan kesejahteraan bagi blogger.

9. Traveling

Traveling ke remote area yang tak ada fasilitas internet atau koneksi internetnya buruk menjadikan kegiatan ngeblog terganggu. Ketika blogger sedang traveling dengan tujuan untuk beribadah mungkin juga tak ingin terganggu dengan aktivitas ngeblog. Blogger yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah mungkin lebih mengonsentrasikan diri kepada ibadahnya daripada ngurusi blog.

10. Bokek

Blogger yang menggunakan self hosted blog memerlukan dana untuk sewa domain dan hosting. Jika sedang bokek kemungkinan dia tak akan bisa memperpanjang sewa domain dan hostingnya lagi. Jika kebokekannya sudah agak parah dia bahkan berpikir panjang untuk membeli pulsa modem atau gadgetnya.

11. Jenuh

Rasa jenuh bisa menimpa blogger, baik newbie maupun blogger senior. Ini melanda blogger yang kurang bisa mencari dan menemukan kegiatan yang bervariasi. Dia terjebak dalam rutinitas menulis dan menerbitkan artikel serta mempromosikannya belaka. Padahal banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan agar kegiatan ngeblog lebih beraneka ragam. Perlu jurus ampuh untuk melawan rasa jenuh.

Itulah 11 alasan mengapa seorang blogger melaksanakan hiatus. Tentu ada dampak yang mungkin timbul akibat haitus tersebut. Libur ngeblog dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan mood ngeblog hilang yang akhirnya berhenti total dari ngeblog. Terlebih ketika blogger mulai monetizing keahliannya mungkin blognya tak akan dilirik lagi oleh pihak lain. Jika waktu ngeblog banyak kawan dan bisa asyik-masyuk mengikuti kopdar, setelah hiatus mungkin akan kehilangan banyak hal.

Sangat dianjurkan agar blogger tak melakukan hiatus terlalu lama. Itu jika keadaan memungkinkan dan blogger benar-benar serius menjalani aktivitas di dunia maya ini. Selain membuat postingan terjadwal blogger juga dapat memanfaatkan waktu longgar untuk ngeblog. Langkah ini bisa mengatasi hiatus yang berkepanjangan.

Bagaimana cara sahabat mengatasi hiatus?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

11 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Ipeh Alena says:

    Kalau saya selama ini, hiatus ngeblog karena Sakit atau karena Kerjaan segambreng. Soalnya saya freelancer yang kerjaannya suka gak menentu kapan menumpuknya kapan santainya. Jadi, sering mempersiapkan beberapa draf yang kalau misalnya kepepet gak bisa online, saya publish draf tersebut. Tapi, sering juga kejadian sampai ga kepegang blognya 😀

    Pada kenyataannya bisa terjadi seperti itu
    Yang penting blog jangan sampai terlantar terlalu lama

  2. Irly says:

    Konon katanya hiatus juga menular Dhe, kayak penyakit ya? Hihi..

    Tergantung seberapa kuat dia mengompori temannya agar ikut malas hahahaha

  3. Agung Rangga says:

    Saya dulu sering banget hiatus dari ngeblog, dan alasan utamanya adalah jenuh. Tapi pada akhirnya malah jadi kangen nulis di blog dan blogwalking… 🙁

    Ngeblog memang ngangeni kok Mas

  4. Keke Naima says:

    Saya biasanya kalau lagi traveling, sakit, atau internet di rumah mati 😀

    Tapi ngeblognya masih jos

  5. Yang bikin aku gak update blognya adalah alasan klasik.. sibuk dengan pekerjaan dan jenuh.. Tapi pinter2 kita aja ngatur ritme-nya.. Misal ketika gak sibuk lagi biasanya aku maraton ngisi blog.. Ketika jenuh biasanya aku cari2 situasi lain misal jalan2 ke mall..cuci mata.. Kalo otak dah fresh biasanya mood ngeblog bangkit lagi..

    Kalau kelamaan nganggur jadi agak susah memulainya

  6. Inayah says:

    Semua alasan itu benaaaar adanya

    Saya kan jarang nggak benar

  7. Tita says:

    Ini br saja terjadi padaku pak dhe Hampir 2 tahun krn hamil anak ke-2 yg super tepar ditambah kesibukan kantor yg ngga mau ngalah ha ha but now i’m come back

    Tugas utama memang harus didahulukan

  8. heri says:

    karena banyak tamu yang berkunjung kerumah pak de

    Bisa juga Mas

  9. bener semua alasannya nih pakdhe.
    Aku sempat hiatus ngeblog tahun 2009 baru ngeblog lagi sekitar 2011, alasannya karena riweuh urusan pekerjaan rumah *padahal kalo disempetin mestinya bisa ya pakdhe 🙂

    Bisa kok, wong sibuk kerja tapi di medsos rame hahahaha

  10. Indah nuria says:

    Aku paksakan pakdhe! Harus diniatkan dan disempatkan.. Kalau ngg, ya bakal lama blog ngga diupdate 🙂

    Betul, kalau istirohat 3 hari saja rasanya jadi malas nulis hahaha

  11. Heni Puspita says:

    Saya terakhir hiatus ngeblog karena ‘mabok’ saat hamil 😀 alhamdulilah setelah melahirkan nggak sampai harus hiatus

Leave a comment