Teks

3 Dampak Yang Timbul Akibat Hiatus Ngeblog

Artikel Cara Membagi Daging Qurban saya terbitkan tanggal 1 September 2017. Ini berarti 23 hari yang lalu. Karena sekarang musim kemarau dan saya tinggal di kampung maka otomatis blog saya mulai berdebu. Untung belum ada sarang laba-laba yang menghiasi blog berheader merah menyala ini. 

Maaf bukannya saya malas. Bukan juga menggunakan hobi berkebun bunga sebagai tempat sembunyi saya untuk tidak update blog. Saya pun tak menyibukkan diri dengan mengemukakan 11 Alasan Mengapa Hiatus Ngeblog.

Taman bunga unik

Bukan taman bunga yang membuat hiatus

.

Jangan-jangan saya sudah beralih menjadi blogger cuek bebek? Maklum, selain tidak update blog selama seminggu saya juga tidak melakukan blogwalking. Bahkan membalas komentar para sahabat yang berkunjung ke blog ini juga tidak saya lakukan.

Atau barangkali saya kehabisan ide untuk menulis artikel? Ya enggaklah yaw. Ide seabreg, dan ada disekitar saya kok. Blog campursari seperti ini sangat mudah untuk diisi dengan artikel apa saja. Kawan, statusmu di Facebook bisa menjadi sumber artikelku.

Pakde pasti jenuh. Tidak kawan, Bagaimana saya bisa jenuh wong saya punya 7 jurus ampuh untuk melawan rasa jenuh kok. Sejatinya saya ingin menguji lagi apa dampaknya jika saya tidak update blog, tidak melakukan blogwalking, dan tidak membalas komentar blogger yang menanggapi artikel yang saya terbitkan.

Dampak hiatus ngeblog segera saya rasakan.

1. Komentar blog menurun. Secara kasat mata ini tampak dari jumlah pengunjung yang berkurang. Maklum, kunjungan dan komentar di blog bersifat reciprocal. Walaupun tidak ada aturan tertulis namun berlaku hukum alam. Siapa berkunjung akan dikunjungi, siapa berkomentar akan dikomentari. Lha kalau saya malas mengunjungi blog sahabat tentu mereka juga akan ‘mikir-mikir’ untuk mengunjungi blog saya.

2. Sharing artikel blog menjadi berkurang. Jujur, saya mempunyai 9 tempat untuk sharing artikel blog. Beberapa di antaranya adalah Facebook, Twitter, Google+1, Linkedin. Dengan hiatus ngeblog maka 9 tempat itu menjadi sepi artikel saya. Saya bahkan tidak bisa share artikel di Google Webmaster Tools. Padahal Fetching itu Penting untuk mendongkrak Domain Authority dan Page Authority.

3. Kekayaan saya menurun. Salah satu penyebabnya adalah karena saya kurang bergairah mengikuti lomba blog. Kekurangan gairah itu semakin menjadi-jadi setelah lomba atau giveaway zaman sekarang lebih banyak mereview produk atau jasa. Ketika rajin mengikuti lomba atau GA ada saja hadiah yang saya terima. Selain uang juga ada buku dan aneka barang yang menarik dan bermanfaat. Lomba blog menjadikan ngeblog menjadi penuh gairah.

Selain itu, kekayaan rohani juga merosot. Gara-gara hiatus ngeblog, guyonan gayeng dengan teman-teman menjadi terbatas hanya di Facebook atau WA saja.

Itulah beberapa dampak jika saya hiatus ngeblog. Tentu, setelah uji-coba ini selesai saya akan segera mulai meningkatkan kuantitas dan kualitas blog. Saya meyakini bahwa blog adalah medan latihan yang bagus untuk menulis. Begitu tulisan diterbitkan akan dibaca dan dikomentari oleh orang lain. Dengan sering menulis akan menyebabkan urat menulis kita semakin lentur, luwes, dan kita akan menemukan grip, style, atau gaya menulis sendiri.

Apakah sahabat masih aktif menulis?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

12 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. eskaningrum says:

    Hallo PakDhe… salam kenal ya. Bener banget dampak hiatus blog nya. Pakdhe baru 23 hari hiatus, lha sayaa udah berbulan-bulan #tutupmuka.

    Yuk ah baca tulisan ini jadi semakin pengen update blog lagi. Makasih ya

  2. monda says:

    alhamdulillah…, udah terbit lagi tulisan barunya pak de..
    rupanya hiatus cuma sedang dijadikan ajang penelitian

  3. dey says:

    Saya cuma sebulan sekali bikin postingan, De. Jarang blogwalking juga. Dan memang benar, blog saya jadi sepi pengunjung.

  4. Susi says:

    Saya merasakan semua dampaknya Pakde. Hiks…
    Visitors turunnya sangat drastis dan gak bisa balik lagi.

    Selamat berkebun, Pakde. Apapun itu, kalau bagi saya, yg penting perasaan nyaman dan bahagia

  5. Itu kopdaran di teras rumah seru kayaknya. Aih, pakdhe mah hiatus sebulan juga DA dan PA tetap aman. Hehehehe

  6. Yati Rachmat says:

    Selamat pagi, Pakde, ini mah bener banget, apalagi bunda yang punya beberapa blog yg lumutan. Yang berdotcom juga paling banter sebulan 2x. Kl ini emang ide yg pating sliwer seperti pakde bilang susah nangkepnya, hehe…trus jd nomaden pulak ke3 rmh, males gondol leppy #alasan. Jadilah hiatus betah bngt bersarang di semangat. Md2an baca ini mampu menggelitik semangat bunda lagi. Salam hangat dari Ciputat.

  7. adi pradana says:

    Saya juga berusaha untuk tidak hiatus Pakde, meski update artikelnya tidak rutin, tapi tetep berusaha menulis.

  8. Inayah says:

    yeyy…welcome back pak dhe

  9. Tri mei says:

    Pak dhe analisisnya bener.. aku setujuhh ..

  10. hani says:

    Asyiiik…PakDe udah siap ngeblog lagi…Wah…pasti bentar lagi ada proyek buku nih…

  11. Keke Naima says:

    Ayo bikin GA lagi, Pakde 🙂

  12. Gandi says:

    Hahaha.. Saya malah udah pensiun ngeblog

Leave a comment