5 Langkah Menulis Artikel Pilar

Disadari atau tidak, kegiatan ngeblog wujudnya sudah jauh melampaui maksud awal pemiliknya. Dalam perkembangannya blog bukan hanya sekedar wadah untuk ekspresi diri. Online diary ini telah dimultifungsikan. Salah satu di antaranya adalah sebagai internet marketing guna menggaet sebanyak mungkin pelanggan. Tak heran jika blogger melakukan berbagai upaya agar blognya semakin baik tampilan, kinerja, dan tentu saja kontennya.

Jika seorang blogger memiliki bisnis online, misalnya, postingan blognya sangat penting dalam meningkatkan trafik. Selain itu dapat membantu mengonversi pengunjung menjadi pelanggan yang sebenarnya. Itulah sebabnya seorang blogger seyogyanya secara berkala menulis sebuah artikel pilar. Artikel ini dapat meningkatkan kualitas blog sehingga diharapkan menggaet lebih banyak pengunjung.

.

Arti Artikel Pilar

Merupakan tutorial yang bertujuan untuk memberi tahu, mengajarkan, atau menjelaskan sesuatu hal kepada orang lain. Panjang artikel ini memang belum ada ketentuannya namun umumnya berisi lebih dari 750 kata. Isinya lebih banyak pengetahuan dan tip praktis yang diarahkan kepada sasaran tertentu. Artikel pilar juga sering disebut sebagai artikel “how-to” atau “daftar.” Artikel saya berjudul Cara Memanjakan Pengunjung Blog dan Mesin Pencari bisa disebut sebagai artikel pilar. Artikel ini panjangnya lebih dari 1000 kata. Isinya memberi tahu tentang hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh seorang blogger dan yang selayaknya dihindarinya. Tujuannya adalah untuk memanjakan pengunjung blog dan mesin pencari (search engine) Sasaran dari artikel ini jelas para blogger.

.

Langkah-langkah Menulis Artikel Pilar

1. Mengidentifikasi Topik

Jika blog berisi artikel gado-gado atau campursari maka topik apa saja bisa ditulis. Saya misalnya, dapat menulis artikel dengan topik yang saya kuasai dan saya kuasai di blog ini. Maklum, Neo BlogCamp memang bukan blog berniche atau bertopik tertentu. Segala macam artikel ada di dalamnya. Lain halnya di blog saya yang satunya yaitu Jalan-Jalan Makan. Di blog berniche traveling dan kuliner ini saya bisa menulis artikel pilar berjudul Tip dan Info Wisata Mancanegara. Saya juga bisa menulis artikel berupa daftar. Misalnya 30 Tempat Wisata Dunia yang Layak Dikunjungi.

.

.

Jika blog berniche fashion maka blogger dapat menulis artikel pilar tentang 25 Selebritis Indonesia Berbusana Wah. Jika seorang blogger ingin menulis untuk internet marketer maka dia dapat menulis artikel ‘how to’ misalnya Cara Memanfaatkan Media Sosial Untuk Bisnis.

Untuk mengetahui tentang pengetahuan apa yang sedang dibutuhkan oleh orang maka blogger dapat bergabung dalam forum diskusi yang berkaitan dengan topik blognya. Ada baiknya juga jika blogger mengintip Yahoo!_Answer untuk melihat pertanyaan apa saja yang sering diajukan oleh pengunjungnya. Ini untuk memperkaya pengetahuan tentang artikel yang lagi ngetren dan sedang disukai oleh pengunjung.
.
2. Pemilihan Konsep

Sebagaimana saya jelaskan di muka, dalam menulis artikel pilar ada 2 konsep yang dapat dipilih. Yang satu adalah konsep mengajari atau melatih; dan yang kedua adalah memberitahu tentang sesuatu. Cara Menanam Buah Langka di Pot jelas merupakan artikel ‘how to’. Artikel ini menjelaskan tentang cara melakukan sesuatu. Sementara artikel berjudul 25 Pemain Sepakbola Dunia Paling Ganteng tentu arahnya adalah memberi tahu tentang suatu hal. Isinya pasti berupa daftar nama beserta sedikit profil pemain sepakbola tersebut.

Dapatkah dua konsep tersebut digabungkan? Tak ada yang melarang. Pada artikel berjudul Cara Menanam Buah Langka di Pot dapat pula disisipkan daftar tanaman langka yang dapat ditanam di pot, bukan.

..
3. Melakukan Riset

Menulis artikel pilar memang menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Selain artikelnya harus cukup panjang juga dijamin keakuratannya. Jika dalam artikel disertakan gambar atau grafik maka keduanya juga membutuhkan kerja keras untuk membuatnya. Itulah sebabnya riset diperlukan sebelum melakukan penulisan. Riset bisa berbentuk studi kepustakaan, wawancara, atau riset lapangan. Riset juga bisa dilakukan secara online atau offline.

Harus diingat bahwa artikel pilar memberikan kontribusi kepada blogger dalam bentuk trafik dan follower. Oleh karena itu sebagai imbalannya blogger juga selayaknya memberikan sesuatu yang memiliki nilai tambah bagi pengunjung blog. Untaian kata yang indah dan mempesona tak akan ada artinya jika apa yang ditawarkan tidak bermanfaat. Dalam blogosphere, substansi jauh lebih penting daripada presentasi dan bentuk blog.

.
4. Menulis Dengan Rinci

Sebuah artikel pilar harus ditulis secara rinci dan jelas sehingga mudah bagi pembaca untuk mengikutinya. Ini utamanya untuk artikel ‘how to.’ Jika blogger menulis tip langkah demi langkah maka uraiannya harus cukup rinci dan komprehensif. Jika disertakan gambar peraga tentu akan lebih memperjelas uraiannya. Dengan cara ini pembaca dapat mengikuti apa yang tertulis dan menerapkan langkah-langkah yang diberikan dengan benar. Jika pada artikel ditulis: ‘Beri makan ikan lele 2 kali sehari.’ maka perlu dijelaskan jenis makanannya dan kapan ikan lele itu diberi makan. Demikian pula jika ditulis ‘perbanyak makanan berserat’ maka harus dijelaskan apa arti makanan berserat tersebut, manfaatnya, dan beberapa contohnya. Dengan demikian maka saran berbunyi ‘Perbanyak makanan berserat’ dapat dilengkapi menjadi: ‘Perbanyak makanan berserat misalnya : apel, alpukat, brokoli, jagung, jambu biji merah, kacang-kacangan, kentang, pepaya, pir, dan sayuran. Makanan tersebut sangat bagus untuk menunjang program diet Anda.” Ini untuk menghindari adanya anggapan bahwa tebu atau daging babat termasuk makanan berserat.

.

.

Penulis harus beranggapan bahwa tidak semua pembaca memahami apa yang kita tulis. Artikel yang rinci bisa menolong pembaca untuk mengaplikasikan tip yang tertulis. Jika ada istilah asing yang belum populer sebaiknya dilengkapi padanan kata dalam bahasa Indonesia. “Jika memang masih belum siap untuk menimang baby sebaiknya gunakan sarung sebelum melakukan hubungan suami isteri.” Kalimat seperti itu bisa membingungkan pengantin baru yang lugu dan kurang faham seluk-beluk duel on the bed. Lebih bagus jika ditulis:”Jika memang belum siap untuk mempunyai anak sebaiknya gunakan kondom sebelum melakukan hubungan suami isteri.”  Ah, masa iya.

.

5. Pemilihan Judul Artikel

Judul yang baik bukan hanya untuk artikel pilar tetapi juga artikel-artikel blog lainnya. Judul sangat penting karena para pencari informasi biasanya mengetikkan judul pada browsernya. Biasanya, para blogger profesional akan merekomendasikan menggunakan judul yang dimulai dengan kata : “Cara… “, “Bagaimana …”, “7 Langkah…”, “8 Cara Penting untuk …”, “Mengapa Anda Harus …”, ” 15 Jurus Jitu..”, “Apa yang Harus Anda Ketahui … “, dan sejenisnya.

.

Itulah 5 langkah menulis artikel pilar.

Perlu diingat bahwa sebuah artikel pilar bisa menjadi tiket untuk mempopulerkan blog dan menggaet lebih banyak pengikut dan pelanggan. Oleh karena itu sangat penting untuk meluangkan waktu dan berhati-hati ketika menulis artikel pilar. Sedapat mungkin artikel ini bersifat abadi yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Ada yang menyebutnya sebagai timeless article atau evergreen article.

Jika blogger dapat menulis satu artikel pilar saja dalam seminggu tentu akan sangat baik bagi perkembangan blognya. Peringkat blog pada mesin pencari akan meningkat. Bukan tak mungkin jika artikelnya bisa menduduki peringkat pertama halaman pertama mesin pencari. Tentu saja jangan melupakan promosi secara online maupun offline plus onpage SEO dan offpage SEO. Adagium berbunyi Content is the King and promotion is Queen masih valid untuk dijadikan pedoman.

Seberapa sering sahabat menulis artikel pilar?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

21 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. irai says:

    matur nuwun ilmunya pakdhe 🙂
    Sama2

  2. Dwi Puspita says:

    terimakasih share ilmunya pakdhe…bermanfaat sekali 🙂

    Sama2, ilmu yang ditularkan kan harus yang bermanfaat hehehe

  3. Windah says:

    makasih ilmunya mbahdhe

    Sama2, Cu

  4. Inayah says:

    lagi mencoba nih Pak Dhe..

    Teruskan..teruskan… jalanmu sudah benar

  5. Lidya says:

    harus cari tahu dulu ya pakde mellaui riset

    Ya untuk melengkapi artikel perlu riset agar uraian menjadi lebih padat, montok, dan berisi

  6. 21inchs says:

    saya sekarang ini nulis di blognya buru2 pak dhe, jadi asal ada ide langsung saya posting, takut kelupaan, tapi emang jadinya kedalaman isinya jadi berkurang,
    maturnuwun ilmunya pak dhe

    Ya nggak perlu terburu-buru
    Musuh masih jauh

  7. uswah says:

    dan sampe sekarang aku gak tau postingan2 di blogku iru bergenre apa pak de.. pak de aku baru aktif nulis lagi gegara disindir-sindir terus sama pak de lewat fesbuk, hahaha.. semoga bisa terus nulis pak de.. sekali-kali ntar bikin artikel pilar yang pake riset2 gitu deh 😀

    Lha rasanya seperti genre apa Nduk? Anak-anak, dewasa, remaja, atau lansia hehehe

  8. Ternyata menyajikan artikel pilar itu menguras banyak tenaga dan waktu sebelum akhirnya dipublikasi. Setidaknya dengan penjelasan diatas menjadikan lebih mudah dari sebelumnya. Terimakasih untuk ilmunya. Sukses selalu blognya mas, salam kenal by CepiThea

    Iya karena harus mendalam dan melebar

  9. Jiah says:

    Saya kdg susah milih judul

    Bayangkan saja kalau kita lagi cari info di internet kata atau kalimat apa yang kita ketik di browser

  10. Blogku masih gado2 Pakde.. Ada sih yang berniche..tapi koq ya agak terbengkalai.. keteter nih nulisnya.. Yang aktif diposting ya blog gado2 itu.. Kepikir juga sih pengen nulis artikel pilar… Belum pernah nulis seperti itu.. Btw, makasih ya atas sharringnya..

    Yang niche blog sebaiknya ditekuni
    Siapa tahu ke depan laris-manis

  11. Ade anita says:

    Makasih Pakde tipsnya.

    Sama2 Jeng

  12. mengajari dan melatih…hmm ini toh fungsi utama artikel pilar…trimakasih banyak pakde atas pencerahan ilmunya..
    keep happy blogging always..salam dari makassar-banjarbaru 🙂

    …dan memberitahu.
    Sama-sama Mas

  13. Nchie Hanie says:

    Ahh Pakde..blogku masih campur sarii..
    ya tetep di sini, domain yg dikasih pakde menang juara waktu jaman jahiliyah :v

    makasih yo Dhe sharingnya, tapi knapa aku gagal pokus ya
    Malah melirik wortel yang seger2 tuh 😀

    Halah..meliirik saya aja kok

  14. Senang membaca tulisan ini, jelas, sistimatis dan detail, rasanya seperti sedang berhadapan dengan dosen saat kuliah.
    Maturnuwun sharingnya pakde, ini bermanfaat sekali, sekaligus mengingatkan bagaimana menulis berkualitas.

    Sekali waktu blogger sebaiknya mengisi blog dengan artikel pilar

  15. Evi says:

    Selama ini saya tak pernah memikirkan tentang artikel pilar. Kemarin baru mendengar di Fun Blogging. Sekarang dapat lebih dalam. Terima kasih atas ilmunya, Pakde.

    Tapi kayanya sudah sering menulis artikel pilar kan

  16. Setuju Pakde. Belakangan saya lebih suka menulis tulisan rinci, panjang dan detil. Karena menurut pengamatan saya, artikel demikian selalu dicari pengunjung.

    Dulu sih, bingung menulis apa ya, hingga 1000 kata? Tapi setelah terus berlatih, ternyata justru mudah menulis lebih dari 1500 kata. Ala bisa karena biasa. Ha..ha..

    Salam hangat

    Nilainya juga tinggi

  17. wylvera says:

    Baca ini jadi nambah ilmu ngeblog. Runut dan mudah dipagami. Tinggal praktik. Suwun, Pakde. 🙂

    Sama2 Jeng
    Semoga ada manfaatnya

  18. Mas Ahmad says:

    Semakin bersemangat nge-blog nih, Pakdhe. Terima kasih sharing ilmunya.

    Maju terus, jangan kendor

  19. Jiah says:

    dicoba ah

    Silakan ach

  20. Ouh.. bener juga Pakde.. Salah satu postinganku yg masuk pejwan dengan beberapa keyword memang artikel pilar seperti yang dijelaskan.. Itu juga karena saya paham betul materinya.. Harus nulis beginian lagi nih..

    Artikel pilar memang memiliki bobot tinggi di mata mesin pencari

  21. kania says:

    makasih sharingnya pekde..harus tahu betul materi yg kita tuliskan ya..

    Iya agar mantik dan meyakinkan

Leave a comment