Benarkah NgeKlik Iklan Itu Fee?

“Bagi orang sana ngeklik iklan di blog itu mereka anggap memberi fee, Dhe. Setelah mereka membaca artikel yang dianggap menarik dan bermanfaat maka mereka lantas mengeklik iklan yang terpasang sebagai ucapan terima kasih.” Ungkapan ciamik ini disampaikan pada pembicaraan empat mata antara saya dengannya kemarin malam di West Wing.

Busyet, dari mana anak muda ini tahu adab mereka. Jangan-jangan hanya kesimpulannya sendiri. Atau mungkin dia menganalogikan cara orang sana ngasih tip kepada waiter yang telah berbaik hati menyajikan makanan di restoran mancanagara.

“Nggak seperti orang sini. Iklan blog dianggap angin lalu. Bahkan ada yang menganggap blogger lain yang masang iklan itu sebagai saingan mereka dalam monetize blog,” lanjutnya. Kali ini saya malah geleng-geleng menirukan sahabat saya yang perwira India. Tapi diam-diam saya kurang setuju dengan asumsinya yang ini. Bukankah seharusnya sesama blogger saling mendukung dalam kegiatan berburu fulus. Kenapa mesti saling menjegal dan ngrusuhi. Pantas beberapa blogger menyembunyikan blog yang dipakai untuk berburu ojir.

Saya jadi teringat kisah pengalaman sahabat saya yang baru belajar monetize blog. Konon di blognya sudah dipasang widget yang berisi iklan. Secara diam-diam sahabat ini lalu menghubungi para sanak famili yang tinggal di kampung halamannya. “Tolong iklan yang ada di blog saya di klik ya.” Hasilnya? Akun adsense dibanned karena terjadi klik iklan secara masif, terstruktur, dan sistematis. Tampaknya sanak-famili terlalu bernafsu mengklik iklannya. Mereka beranggapan jika iklan di klik berkali-kali maka dolar akan meluncur deras ke kocek familnya.

Saya sih menyederhanakan pikiran saja. Rezeki sudah ada yang mengatur. Petunjuk atau saran agar pemasangan iklan agak disamarkan sehingga pengunjung menganggap itu bukan iklan tampaknya masih kurang efektif. Pengunjung kan juga sudah faham trik-trik semacam itu.

Akhirnya saya membenarkan kata sahabat saya di atas. Mengklik iklan itu dianggap fee oleh orang sana. Berbeda dengan orang sini. Jangankan klik iklan, mendengarkan artis yang menyanyi sampai keluar otot lehernya saja hanya segelintir penonton yang mau sedekah tepuk tangan kok.

“Ya nggak tho Pakde. Buktinya di layar televisi itu penonton selalu bertepuk tangan meriah kok.” Hiyaaaa….itu kan kerajinan floor director untuk memberi aba-aba agar penonton bertepuk tangan.

“Saya sudah kurang bergairah ikut adsense,” ujar saya kepada sahabat tadi. “Mending nunggu job review, sekali dua kali sabet hasilnya sama dengan adsense sebulan.”

“Sudahlah lah, Dhe. Jangan nyari duit dari blog. Pakde kan duitnya sudah banyak. Selain itu Pakde kan harus jadi contoh bagi blogger muda-muda. Kalau Pakde ikut-ikutan nyari duit di blog mereka pasti akan terpengaruh.” Waduh, masa sampai segitunya.

“Begini loh, sampeyan kan pasti pernah melihat mobil mewah yang ikut-ikutan antri di SPBU menjelang kenaikan harga BBM. Lha mereka yang uangnya sudah berlimpah saja ikut antri gitu kok. Sebenarnya bukan masalah duitnya tapi sensasinya itu kan beda. Sama halnya anak orang kaya yang ikut mengejar layang-layang putus. Orangtuanya pasti bisa membelikan ratusan atau ribuan layang-layang. Tapi berhasil mendapatkan layang-layang yang putus itu merupakan kenikmatan sendiri, bukan.” Lha kok saya malah ngasih kultum ya.

Jam di dinding menunjukkan pukul 12 malam. “Saya tidur dulu, Mas.” Sahabat mengikuti. Janji untuk ngobrol sampai pagi batal.

Sambil menunggu mata terpejam saya malah berpikir. Kenapa blog-blog sekarang malah seperti jadi agen iklan ya. Saling kunjung mengunjungi di antara sesama blogger juga berkurang. Saya juga ketularan, gairah blogwalking semakin menurun. Bukan karena faktor /U tetapi pada setiap melakukan kunjungan ke blog sahabat serasa masuk mini market. “Nggak sekalian ambil ambil permen, Om. Mumpung lagi diskon. Beli 3 dapat 4.”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

17 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Wah… jleb nih, Pakde. Self reminder banget. Kudu meluruskan lagi niat ngeblognya. Huhuhuu… Makasih, Pakde. 🙂

    Sama2

  2. retno says:

    Pernah dengar, yg masalah menyembunyikan blog itu, Pakde.. emang katanya demi keamanan…

    Iya, takut dirusuhi

  3. duh,, langsung melongo liat blog sendiri 🙁

    Tak percaya tapi nyata

  4. rita dewi says:

    Monggo mampir ke blog saya Pakde. InsyaAllah masih murni (untuk saat ini). Hehe…

    Iya, saya sudah menikmati mi gorengnya
    Matur nuwun

  5. haha setuju dhe, masuk blog kaya masuk minimarket. kalau mau ngomen bingung, wong itu yg dijual barang milik orang 🙂

    Iya, banyak yang begitu kok

  6. Jiah says:

    Lagi berusaha ngimbangin, Dhe

    Mas Lozz kmarin jg agak ngobrol ttg ini

    Sip, jangan dodolan ae hahaha

  7. kianpi says:

    Wah bahaya juga ya kalo langsung dibanned sama adsense, semoga aja website ku aman dari kena banned adsense…

    Iya, mbuatnya susah je

  8. Aku masih newbie Pakde baru tau fenomena beginian xixixi..kembali ke niat awal saja y jangan ngoyo banget sampe2 kena banned.
    Nice sharing pakde

    Iya, mbah gugel cukup galak

  9. hmmm…antara ngeh dan enggak ngeh saya baca ini, tapi saya menangkap bahwa blog2 sekarang jadi lebih matre daripada sebelumnya… tapi, blog saya masih murni kok Pakdhe….ibarat kios, cuma ada rak2 doang, belum ada dagangannya…

    Saya tidak mengatakan matre loh

  10. @kakdidik13 says:

    Saya pernah dengar cerita itu juga Dhe, emang sih blogger yang main adsense kebanyakan nggak nampilin blognya ke teman-teman nya 🙂 *selamat hari Blogger 2016* ya Dhe…. Salam hangat dari Bojonegoro

    Mungkin takut diserang ya hahahaha

  11. Azzura Lhi says:

    Makjlebb banget, Dhe. Selalu begitu.
    Peringatan buat saya juga nih untuk meluruskan niat ngeblog. 🙂
    Jos, semoga sukses

  12. Levina says:

    Kok saya malah kebayang inspektur Vijay Kumar yang suka ada di felem India itu Pak Dhe pas baca bagian geleng-geleng kepala, xixixi.

    Btw, iya bener Pak Dhe, sensasinya yang berbeda. Deskripsinya bagus. Bukan masalah uangnya, tapi lebih ke arah sensasinya ya. Ngeblog juga bukan semata-mata uang, tapi juga self actualization kalau buat saya Pak Dhe.

    Self reminder juga tulisan ini buat saya. Luruskan niat ngeblog bukan semata-mata karena uangnya.

    Iya, uang sebagai vitamin saja bukan makanan pokok hehehehe

  13. nova says:

    masih niat awal pak de… buat curhat..n artikel bermanfaat… tapi klo ada yg nitip barang dagangab… silahkan aja… artinya rejeki mampir..hahahahha

    Betul sekali
    Kalau tawaran job ya disambar saja untuk selingan

  14. Sekarang sudah dijadikan selingan aja sih de.. kalau kebanyakan malah eneg sendiri lihatnya 😀

    Hooh, mata berkunang-kunang kan

  15. Lidha Maul says:

    saya juga memikirkan ini pakdhe. Ibarat nonton kalau banyak iklan bete juga. Blog saya ya ada juga iklannya. Memang mesti diatur, gak semua mua iklan (walau butuh) mesti diambil.
    Seneng baca ini pakdhe, makasih ya.

  16. Keke Naima says:

    Justru kalau Pakde tetap ikut mencari uang melalu blog yang saya lihat adalah semangatnya. Semoga, saya juga bisa terus semangat seperti itu 🙂

    Lumayan untuk memperpanjang domain hehehe

  17. Ikhwan says:

    Saya setuju dengan etika “setelah baca artikel klik iklan sebagai tanda terima kasih” pak, soalnya blog ane lumayan rame yang datang… tapi ga ada yg kilk iklan 🙂

Leave a comment