Berkah Ngeblog: Saya Semakin Kaya

Indosat Ooredoo 4GplusMenjelang berakhirnya masa dinas saya di dunia militer saya mengadakan rapat dengar pendapat dengan isteri dan anak-anak. Saya mengajukan pertanyaan apakah saya harus bekerja lagi atau tidak. Mereka secara aklamasi menyarankan agar setelah berpredikat purnawirawan saya beristirahat, meningkatkan kualitas ibadah, dan lebih fokus kepada mengurus keluarga. “Yang kerja biar yang muda-muda saja,” ujar isteri. Saya menyetujui saran mereka. 

Berlabel purnawirawan atau pensiun jika tak ada kegiatan tentu kurang nyaman dan kurang gaya. Nggak enak kedengarannya jika ada orang bertanya kegiatan saya lalu isteri menjawab dengan fasih: “Ada tuh di rumah, habis sarapan langsung ngorok lagi.” Nggak berwibawa, bukan.

Beberapa teman menawarkan pekerjaan tetapi saya tolak. Bukan masalah tugas atau gajinya tetapi saya lebih mempertimbangkan perasaan. Nggak enak kan jika bos yang usianya lebih muda dari saya bilang:”Pak,tolong wakili saya rapat di Kodim ya.” Biyuh, biyuh. Masa purnawirawan Jenderal bintang satu mewakili rapat di kodim. Nggak banget ach.

Ada juga teman yang menawari saya untuk menjadi ketua DPC suatu parpol. Saya sama sekali tidak tertarik sehingga tawaran itu saya tolak secara halus. “Terima kasih Mas atas tawarannya tapi saya tidak ahli di bidang politik,” jawab saya. Teman tadi masih mencoba merayu: “Tenang saya Pak Cholik, Bapak duduk manis saja nanti kami yang bekerja,” katanya. Edan apa. Masa saya hanya menjadi pejabat papan nama doank. Lagian baju yang ditawarkan kepada saya kayaknya terlalu kecil.

Untuk memanfaatkan waktu yang begitu banyak saya akhirnya memutuskan untuk meneruskan hobi menulis. Selama puluhan tahun saya sudah terbiasa mengerjakan tulisan dinas. Formatnya sudah baku sesuai petunjuk administrasi yang ada. Mau tidak mau saya harus switch gaya agar saya bisa menulis artikel non formal. Tulisan yang mudah dikunyah, sederhana, tidak kaku, dan renyah.

Bingo, saya melirik blog. Menurut saya, blog adalah medan latihan menulis yang jempolan. Setelah artikel diterbitkan maka akan dibaca dan dikomentari pengunjungnya. Dengan saran dan kritik yang membangun dari para pengunjung maka saya dapat memperbaiki lagak-lagu tulisan-tulisan saya.

Saya mulai ngeblog pada bulan Juli tahun 2009. Dimulai dari blog pembagian alias non self hosted blog berplatform WordPress.com. Teman-teman menyebutnya sebagai blog gratisan, rapopo. Saya kemudian mengembangkan diri membangun blog berbayar dengan platform yang sama. Dalam perkembangan berikutnya saya mencoba membuat blog berplatform Blogspot. Lalu saya merambah ke Blogdetik dan juga menulis artikel di Kompasiana. Alhasil saya bisa bermain di beberapa platform blog.

.

Ngeblog itu sexy

.

Dengan berjalannya waktu saya mulai merasakan bahwa ngeblog itu ternyata sexy. Selain hidup saya menjadi berwarna-warni, dengan ngeblog saya juga menjadi semakin kaya. Masa, Pakde? Tenan kok, saya kan jarang berbohong. Di bawah ini saya sampaikan beberapa bukti bahwa ngeblog bisa membuat saya semakin kaya.

.

1. Karena ngeblog saya menjadi semakin banyak membaca. Bukan hanya membaca buku tetapi juga membaca artikel-artikel yang ditulis di blog sahabat. Bukan main tulisan mereka. Jika boleh saya katakan blog itu mirip universitas terbuka dengan banyak fakultas dan jurusan. Mau mencari ilmu apa saja ada di dalamnya. Saya bisa menemukan tips ngeblog, resep masakan, artikel kesehatan, sport, film dan sinetron. Selain itu juga ada ilmu tentang fashion, traveling, motivasi dan pengembangan diri, dan agama, bisnis, hobi, fotografi, seni-budaya, ekonomi, politik, ideologi, dan lain sebagainya. Dengan banyak membaca maka kekayaan wawasan saya semakin meningkat.Saya juga tak segan-segan ikut workshop online dan offline termasuk ikut Fun Blogging 7 di Surabaya.

2. Menulis dan menerbitkan artikel berisi ilmu pengetahuan dan pengalaman juga menjadikan saya semakin kaya. Bukankah berbagi itu tidak pernah rugi. Ilmu dan pengalaman bermanfaat yang saya sebarkan akan semakin menambah ilmu saya, bukan. Saya berharap apa yang saya bagikan bernilai ibadah dan semakin memperkaya pahala saya. Insha Allah, Amiin.

3. Saya juga semakin kaya teman. Blogger dari Sabang sampai Meraoke adalah sahabat-sahabat saya. Mempunyai banyak sahabat adalah sebuah kekayaan yang tak ternilai harganya. Apalagi saya tidak mempunyai kakak dan adik. Silaturahmi bukan hanya di dunia maya tetapi juga di dunia nyata. Tak heran jika saya senang banget mengadakan dan menghadiri acara kopi darat (kopdar) Berinteraksi dengan para blogger menjadikan hidup saya semakin berwarna-warni.

.

Teman seribu masih kurang, musuh hanya satu sudah kebanyakan

.

Bersahabat denganmu membuat hidup saya semakin berwarna-warni

.

4. Saya semakin kaya dari segi materi. Alhamdulillah, Tuhan juga mengalirkan rezeki saya lewat kegiatan ngeblog. Mengikuti blog competition (lomba blog) atau giveaway, menulis review produk dan jasa, menjadi nara sumber, buzzer, dan menjadi publisher iklan memang mendatangkan rezeki. Hadiah berupa uang, gadget, buku, tshirt, baju, voucher, aneka aksesoris, dan pulsa sudah pernah saya dapatkan. Tentu saja saya tetap berpedoman pada rambu-rambu dan tak pernah kehilangan idealisme.

.

Menulis artikel beberapa jengkal menghasilkan gadget itu oke banget

.

.

.

5. Karena selalu dipakai maka otak saya semakin bagus kinerjanya. Urat menulis saya juga semakin kokoh namun lentur. Itulah sebabnya saya bisa meningkatkan kemampuan menulis saya dengan menerbitkan buku dan mengirimkan artikel ke media. Karya saya ini juga ikut menambah ketebalan dompet yang juga patut saya syukuri. Tahun 2015 saya bahkan nekat membuat program ambisius dengan menerbitkan satu buku setiap bulan sepanjang tahun 2015. Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar dan sukses.

.

Sebagian buku karya saya termasuk buku antologi

.

6. Kekayaan batiniah semakin bertambah. Kopdar, berbincang sambil bercanda, saling ngledek, membaca artikel, dan komentar lucu dari teman-teman sungguh membuat saya merasa bahagia. Gelak-tawa lepas itu mahal harganya loch. Itulah sebabnya bersahabat tanpa sekat saya tumbuh-suburkan.

.

Bahagia itu sederhana

.

7. Semakin meningkatnya kesadaran saya untuk tak berhenti mensyukuri nikmat Tuhan yang tiada tara. Kesehatan, kesempatan, dan kelapangan rezeki yang telah dicurahkan kepada saya membuat saya masih bisa ngeblog dan menjalankan aktivitas lain baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Salah satu cara mensyukuri nikmat Tuhan adalah mengggunakan blog secara positif dengan mengedepankan kemaslahatan. Itulah sebabnya moto saya berbunyi:” Ngeblog Sing Enak tapi Nggak sakEnake.”

.

.

Ketika di Fecbook ramai dibahas tentang #BerkahNgeblog saya mengangguk-angguk. Jika kita ngeblog dengan niat yang lurus untuk ibadah maka insha Allah keberkahan itu akan kita dapatkan. Dengan niat yang benar maka kita juga akan tetap on the right track (pada koridor yang benar) Saya juga terus berusaha memantaskan diri agar saya layak mendapat berkah tersebut. Sesungguhnya tak ada kebaikan yang sia-sia.

Saya pernah menjelaskan bahwa jika saya berhenti ngeblog maka saya akan kehilangan banyak hal. Kehilangan sahabat yang baik, kehilangan kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman, serta kesempatan untuk mengais kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang muncul setiap hari. Bagi saya blogosphere sudah merupakan social network yang menarik. Walaupun mungkin ada yang belum saling mengenal namun para blogger bisa saling berdiskui berbagai topik. Itulah sebabnya saya bertekad untuk terus ngeblog. Insha Allah

.

Saya akan terus ngeblog. Insha Allah

.

Bagaimana sahabat menerjemahkan #BerkahNgeblog? Silakan share.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

20 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Pakdhe keren! Sudah banyak aja buku yang diterbitkan.
    Ngeblog memang membuat kaya ya pakdhe, selain materi juga kaya karena mendapat sahabat2 baru.

    Iya, banyak manfaat yang saya dapatkan dari kegiatan ngeblog
    Terima kasih

  2. Sukaaa banget postingan ini, Pakde. Semua poinnya bahkan. Saya baca tuntas tanpa melewatkan satu kalimat pun. Semangat terus! 🙂

    Terima kasih Jeng
    #BerkahNgeblog

  3. vizon says:

    Berkah paling besar dari ngeblog yang saya rasakan adalah semakin luasnya pertemanan. Lingkaran pertemanan saya tidak lagi monoton di seputaran kompleks rumah atau kantor, tapi juga dengan beraneka etnis dan agama. Ini sungguh memberi manfaat yang sangat besar dalam hidup saya, Pakde.

    Benar Om. Di mana-mana ada blogger ya

  4. aih.. keren pak… jadi termotivasi untuk lebih rajin lagi nge blog 🙂

    Sip, maju terus

  5. Ngeblog sing enak tapi gak sakenake, jan paten tenan itu kalimat dr dulu ya pakde.
    Aku selalu inget kata2 itu klo mau ngeblog.

    Untuk rambu-rambu agar kita tidak salah jalan

  6. lia lathifa says:

    salam kenal pakde.. melihat sisi “kekayaan” pakde mengingatkan pada alm.ayah saya yg juga hobi nulis meskipun gak kenal ngeblog.. setuju banget deh 🙂

    Alhamdulillah, mari kita terus menulis

  7. Lidya says:

    berkah ngeblog itu luar biasa pakde, bis adapet segala hal bukan hanya diukur dari materi

    Saya bisa tertawa ngakak…puas

  8. Salut buat komitmen Pakde utk terus menulis dan mendapatkan byk berkah..terutama menulis di blog.. Aku salah satu blogger yg suka BW di blog milik Pakde.. Tulisan Pakde runut banget dan nulisnya kayak pake SOP.. Ada kerangka yg jelas dan tegas.. Maklum..mantan militer ya Pakde..

    Kebiasaan membuat tulisan dinas jadi alur pikirnya masih katut hingga sekarang

  9. Jiah says:

    Smua tergantung niatnya ya, Dhe

    saya jg merasa byk berkah saat ngeblog

    Idem saya

  10. Aireni Biroe says:

    Manteep…meskipun mengikuti lomba atau tulisan yang berbayar tapi tidak menghilangkan idealisme #keren pakdhe (y)

    Iya, ini juga rambu2 agar artikel tetap enak dibaca

  11. innnayah says:

    quote of the day: ngeblog sing enak, asal ojo sakEnake dhewe (tak tambahi) hiiii

    Sip, agar blognya menarik dan bermanfaat

  12. Sukaaa…tulisannya, Pak Dhe. Kapan main ke Bogor? Kopdar sama blogger Bogor, kutraktir Pak De sampe gembul. 🙂

    Sip, sip, nunggu musim kemarau biar asoi

  13. kania says:

    saya juga merasakan berkahnya pakde, jadi dituntut baca, dituntut melatih tulisan..pokoknya jd banyak belajar..oraknya gak hang 🙂

    Banyak teman nambah sehat

  14. Ah #berkahngeblog memang luar biasa 🙂

    Yoi, banyak manfaatnya

  15. Pakde.. Saya juga mau lebih rajin ah nulisnya.. Biar lebih sexy

    Sip, sexy itu asyik

  16. Rentanu says:

    ini baru sahabat sejati yang hebat, perlulah saya mencoh ini……dahsyat bang

    Terima kasih kunjungannya

  17. fotoku terpampang di blog ke sampeyan pakde,, moga saya juga tetep istiqomah dan terus saling silaturahim ke depannya

    Sayapun demikian
    Terima kasih

  18. opickaza says:

    senengnya lihat foto dulu, fotoku terpampang di blog ke sampeyan pakde,, moga saya juga tetep istiqomah dan terus saling silaturahim ke depannya

    Pertemuan perdana ya Mas
    Kapan2 kita jumpa lagi

  19. adu says:

    Hehe lucu banget istilahnya, “pejabat papan nama”.. Salam kenal pakde, saya setuju banget sama poin-poin pakde di post ini, terutama yang ini,”Jika kita ngeblog dengan niat yang lurus untuk ibadah maka insha Allah keberkahan itu akan kita dapatkan. Dengan niat yang benar maka kita juga akan tetap on the right track (pada koridor yang benar) ” semoga kita selalu bisa meluruskan niat ya pakde..

    Nggak elok jika artikel kita malah memprovokasi orang lain untuk melakukan perbuatan negatif dan tercela

  20. Dee Ann Rose says:

    Mantap bener, Pakde. Daku dan banyak orang lain sangat terinspirasi. Semoga bisa konsisten seperti Pakde, jadi seksi. Eh..

    Konsisten tak harus update artikel tiap hari
    3 artikel seminggu juga oke

Leave a comment