Cara Meningkatkan Klout Score

Workshop Fun Blogging 7 yang diselenggarakan di Surabaya masih menyisakan cerita. “Aktivitas kita di media sosial akan tercermin dalam Klout Score.” Kalimat yang diucapkan dengan enteng oleh Shinta Ries itu ternyata cukup mengejutkan saya. Betapa tidak, email dari Klout selama ini saya anggap angin lalu. Email tersebut langsung saya delete sebelum saya membaca isinya. Usai workshop saya segera mengunjungi situs yang tak pernah saya sentuh itu untuk melihat score. Eh ternyata masih lumayan juga ya. Di sana tertulis Klout Score saya adalah 45.

Mbak Haya Aliya Zaki menyarankan agar catatan expertis saya dirapikan lagi agar sesuai. Keahlian saya yang tercantum saat itu tampaknya asal pasang. Fashion yang bukan termasuk keahlian saya juga ada. Oleh karena itu keahlian yang tidak sesuai bidang saya segera saya hapus. Saya pilih blogging, writing, public speaking, dan beberapa bidang lain sebagai penggantinya. Tentu tak elok jika memasang topik yang tak kita kuasai.

Rasa keingintahuan saya menggelitik. Tentu saja yang berkaitan dengan cara menaikkan Klout Score. Konon nilai Klout juga akan dilirik oleh advertizer. Semakin besar score maka kesempatan juga akan semakin besar. Tak heran pada beberapa akun yang saya ikuti Klout score langsung muncul. Ini menandakan bahwa nilai Klout yang bersumber pada aktivitas di media sosial juga cukup berpengaruh. Jangan heran jika saat ini gairah para peserta Fun Blogging untuk membenahi akun Kloutnya semakin meningkat. Kegairahan mereka seiring juga dengan antusias para blogger untuk meningkatkan Domain Authority (DA)

Selain menyesuaikan ekspertis saya juga menambah network. Selama ini memang hanya Facebook dan Twitter saja yang saya cantumkan. Kini sudah ada tambahan baru yaitu Google+1, Instagram, Pinterest, Linkedin, dan lain sebagainya. Selain itu Profile dan Perks saya set ulang agar datanya lebih akurat sesuai kebutuhan namun tetap memperhatikan faktor keamanan.

Hasilnya ternyata bagus. Setelah data Klout saya update pada beberapa bagian yang perlu maka score yang semula 45 naik menjadi 67. Ini sungguh menggembirakan.

.

.

Dari mana sajakah nilai Klout itu diperoleh. Ternyata aktivitas saya di Facebook lah yang memberikan kontribusi terbesar yaitu 71%. Memang hampir setiap hari saya aktif di media sosial. Boleh dikatakan dari pagi sampai malam hari ada saja yang saya tulis di timeline. Pada rengking kedua tertera Instagram yang menyumbang 14%. Saya sependapat karena saya juga suka upload foto utamanya foto makanan. Sumbangan yang masuk peringkat ketiga berasal dari Twitter sebesar 7%. Ini tentu berkaitan dengan seringnya saya share artikel blog di Twitter.

.

Facebook berada pada urutan pertama

.

Seorang sahabat mengatakan bahwa setelah nilai Klout mencapai angka 70 kenaikannya menjadi lambat. Yup ini mirip kenaikan pagerank sebuah blog. Setelah Google pagerank pada posisi 4/10 maka kenaikannya memakan waktu lama.

Melihat presentasi dari network distribution di atas maka saya harus meningkatkan aktivitas di Twitter, Google+1, Instagram, dan Linkedin. Ini bukan berarti saya mengabaikan network lain yang nilainya masih sangat rendah. Selain share artikel barangkali saya harus banyak berinteraksi dengan pemilik network dengan memperbanyak komentar yang relevan dengan topik yang mereka bahas.

Hasil otak-atik menu Klout saya mendapat pengetahuan bahwa pengguna akun ini juga bisa share artikel. Oleh karena itu secara selektif saya mencoba membagikan artikel yang pernah saya terbitkan di blog. Ada dua tempat yang kita bisa share artikel melalui Klout yaitu dishare ke Facebook dan Twitter. Dengan aktivitas ini mudah-mudahan bisa menambah poin yang bisa meningkatkan Klout score.

Itulah beberapa cara meningkatkan Klout score yang kini sedang saya jalankan. Ke depan masih akan saya pelajari lagi cara-cara yang lain. Bukankah di sana masih ada network yang sumbangannya 0% termasuk Foursquare dan Klout.

Apakah sahabat telah mengupdate data Klout? Silakan share pengalaman di sini agar bermanfaat bagi sahabat yang lain.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

21 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Paling asyik kalo berkunjung ke blognya Pakde suka nemu artikel blogging kayak gini.. Bisa banyak belajar dari sharring yang Pakde tulis.. Secara aku gaptep tetapi pengen banget eksis ngeblog tentunya aku harus memperkaya diri berupa pengetahuan seputar blogging.. Karena domisiliku di Palembang agak sulit ngikutin kegiatan fun blogging yg kebanyakan acaranya di Jakarta dan Pulau Jawa.. Untunglah ada Pakde yg rajin bagi2 tips seputar blogging.. makasih ya Pakde..

  2. Inayah says:

    Toss pak Dhe. Pas awal juga 47 gitu, lalu saya poles..kaitin semua socmed yang saya punya. Jadilah sekarang di 60an..(belum cek lagi). Aktivitas penyumbang kloutku paling rame dari instagram..
    Beberapa waktu ini timeline twitter jadi anget lagi, karena para blogger sudah ngerti pentingnya ngetwit. Heheh.

  3. Fotopedia says:

    wah baru tahu saya ada perangkingan seperti itu. Langsung ke TKP ah tuk melihatnya

  4. ione says:

    Aduh pakde makasih artikelnya… selama ini saya paing antipati dengan media sosial, walaupun sebenarnya punya 3 akun media sosial: Fb, Twitter dan Instagram

  5. Postingan yang sangat bermanfaat, terima kasih, Pak Dhe

  6. Waya Komala says:

    Wah, naiknya cepat juga ya pakde..
    Saya belum maksimalkan akun g+, pinterest dll. Cuma mengandalkan fb, twitter sama instagram. Ternyata memang butuh tenaga ekstra untuk mengaktifkan semuanya. Yang penting semangat terus..
    TFS ya, pakde 🙂

  7. Anne Adzkia says:

    Eh ada ya info network contribution, aku gak tau yg mana yang paling berpengaruh. Makasih Pakde.

  8. Ria Rochma says:

    Kalau saya, klout banyak malah dari instagram. Hampir tiap hari saya upload foto, Pakdhe. Dan semakin banyak yg like, semakib kuat nilai kloutnya

  9. Izzah Annisa says:

    Makasih ilmunya, Pakde. Saya cuma aktif FBan. Itu juga kadang bosen. Twitter kadang2, hiks..

  10. Ria Rochma says:

    Kalau aku, banyak dari instagram, pakdhe. Hampir tiap hari akhir2 ini share foto ke instagram trus link ke fb sama twitter 🙂

  11. Nchie Hanie says:

    huhuuu..sama pakde.
    Nilai paling gede di pesbuk, instagram lalu twitter n g+
    Aku masih setia jadi pesbuker

  12. AKu baru 58 skorku Pak Dhe, harus rajin ngeshare ke social media dan berinteraksi juga. Makasih untuk sharingnya ^^

  13. echaimutenan says:

    semangat naikinnya pak de \m/

  14. susanti dewi says:

    waah… saya masih ngubek2 di facebook aja pakde 🙁

  15. Ririe Khayan says:

    Saya juga belum lama bikin Klout, gegara lihat teman-teman blog pd ngomongin Klout. Saya pun daftr dan kloutnya 45. Alhamdulillah skrg 56.

    Terima kasih share pengalamannya Pakdhe, semoga setelah ini Klout saya bisa nambah lagi.

    #Salam dari Yogya

  16. Klout saya masih 55, Pakdhe 😀 Aktivitas terbeser datang dari Instagram, disusul Twitter baru kemudian Facebook. Wah, itu Pakdhe Youtubenya juga ada.. pernah upload video juga kah? Atau diambil dari aktivitas komentar ya?

  17. […] artikel berjudul Cara Meningkatkan Klout Score saya utarakan bahwa saya menambah jumlah Network yang saya miliki. Ini tentu sejalan dengan kutipan […]

  18. membaca ini, mendapatkan semangat untuk mengoptimalkan sosmed yang kumiliki. Facebook lumayan aktif, yang kurang aktif twitter juga instagram.
    Mudah-mudahan ketiganya bisa seiring hehehe

    Rajin2 bermain di sosmed dengan menebar kebaikan

  19. Penjaja Kata says:

    Baru sadar, ternyata keaktifan di media sosial juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan blog, ya. Oke deh, mulai rajin lagi main di fesbuk ah. 😀

    Salam kenal dari saya yang baru belajar, Pakde. 🙂

    Iya, medsos cocok untuk proosi blog

  20. khairiah says:

    makasih tipsnya pakdek wah harus pasang neh

    Iya, sedang rame2nya pasang Klout nih para blogger

  21. Langsung ke TKP cek Klout, masih 61, hehehe…
    Terima kasih telah berbagi, Pak Dhe

Leave a comment