Ketika Lansia Ikut Lomba

Blogger lansia ikut lomba bukanlah dosa

Bukan hanya hadiahnya tetapi juga nilai perjuangannya

Juga menyebar ilmu dan pengalaman berharga agar hidup tak sia-sia

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Opoooooooo iku?

Saya termasuk blogger yang suka ikut lomba atau GA. Kegiatan ini sangat bermanfaat. Blog dan pemiliknya menjadi lebih dikenal blogger atau non blogger. Begitu artikel yang diiikutsertakan dalam lomba diterbitkan pasti blog banyak yang mengunjunginya. Di antara pengunjung ada yang hanya membaca artikelnya saja. Tak sedikit pula yang menuliskan komentarnya.

Sejujurnya tak semua lomba saya ikuti. Bukan saya tebang pilih berdasarkan jenis dan jumlah hadiahnya. Bukan, sungguh. Saya bahkan pernah mengikuti GA yang hadiahnya berupa pulsa senilai IDR 20.000 kok. Lomba SEO termasuk yang amat sangat jarang saya ikuti. Maklum saya kurang rajin mengotak-atik SEO. Lomba yang penilaiannya berdasarkan jumlah LIKE atau Follower juga kurang saya sukai.

Seperti yang sering saya katakan bahwa dalam mengikuti lomba saya selalu menganggap lomba yang baru digelar itu sebagai operasi baru. Oleh karena itu dalam menyiapkan artikelnya saya tidak terjun bebas, tanpa persiapan. Saya harus all out, bukan menganggap lomba sebagai hal yang rutin belaka. Jikaperlu saya turunkan artikel pilar dengan jumlah kata yang agak banyak. Ikut lomba dengan enak tetapi tidak seenaknya. Itu moto saya.

.

Mengikuti lomba dengan enak tetapi tidak seenaknya

.

Dalam setiap lomba tentu ada syatun (syarat dan ketentuan) yang ditetapkan oleh penyelenggara. Pemasangan baner dan pemberian link dalam jumlah tertentu pada anchor text tertentu pula. Tak jarang ada yang mengharuskan peserta untuk Like atau Follow blog, media sosial, atau situs tertentu. Biasanya itu adalah sponsor lombanya. Wajar saja, there is no free lunch tho ya. Jika persyaratan lomba sangat sukar dan berliku-liku saya pun lebih baik menghindar. Apalagi jika lomba itu sampai harus melibatkan sahabat yang lain. Sungkan deh.

Menyadari kelansiaan saya maka begitu melihat ada link lomba yang disebarkan oleh sahabat di media sosial saya langsung menuju ke TKP. Membaca sekilas tentang tema, syarat dan ketentuan lomba, dan ….hadiahnya. Jika saya merasa oke maka artikel lomba tersebut saya copy selanjutnya saya paste di drat blog saya. Kenapa kawan? Yaaa..supaya tidak lupa dan juga tidak bolak-balik melihat ke blog penyelenggara lomba.

Setelah artikel lomba saya paste di blog maka saya kasih judul sementara. Saya tulis kalimat keiikutsertaan berbunyi : “Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba bertajuk Wanita Dan Ibunya” Saya beri link hidup seperti yang dicantumkan dalam syatun. Jika diharuskan memasang baner maka baner juga saya upload.Sip, draft lomba sudah saya siapkan dan saya save sebagai Draft. Jika harus LIKE dan Follow biasanya langsung saya kerjakan agar tidak ribet manakala sedang menulis artikelnya kelak.

Dengan cara itu maka ketika membuka dashboard akan tampak draft artikel lomba tersebut. Ini memang cara mudah untuk mengingat lomba. Kadang sukar loch mencari link lomba yang pernah disebarkan di media sosial. Apalagi jika artikel lomba tersebut tidak sticky on top di blog penyelenggara.

Saya sangat jarang mempublish dan mendaftarkan artikel lomba mepet deadline (DL) Ini untuk jaga-jaga manakala ada keadaan darurat misalnya kehabisan quota internet, pemadaman listrik, laptop ngadat, dan lain sebagainya. Sayang bukan jika artikel yang sudah dibuat dengan susah payah tak bisa didaftarkan karena terlambat atau tersesat. Jika ada yang berpendapat bahwa artikel yang dipublish dan didaftarkan akan ditiru oleh peserta lain ya boleh-boleh saja. Nggak masalah bagi saya. Bukankah ada nasihat bijak berbunyi ‘sira bisa niru penggaweyanku ning ora bisa niru rezekiku,‘ artinya Anda bisa meniru pekerjaanku tetapi tidak bisa meniru rezeki.

Soal kalah atau menang dalam lomba merupakan hal biasa. Tak perlu sedu-sedan itu. Menang disyukuri, kalah disabari. Yang penting hepi agar ngeblog lebih berwrana-warni dan tidak mboseni. Jika saya tak pernah ikut lomba rasanya kok seperti petinju yang rajin berlatih di ring tetapi tidak pernah bertanding.

Apakah sahabat juga hobi mengikuti lomba blog?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

12 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. wehhh beneran dapet suntikan motivasi dari Pakde nih…
    terima kasih untuk motivasinya dlm ngeblog ya pakde.
    saya pun sering ikutan lomba blog. dan memang jika punya blog, tapi tidak dimanfaatkan untuk loba, rasanya kurang banget gitu.
    kemarin saya juga pengalaman udah bikin postingan dan share ke medsos. tapi, begitu tanggal DLnya tiba, saya lupa meninggalkan komentar dan nyetor mengenai link dan semacamnya kepada panitia. itu karena saya nggak tahu kalau kuota internet harus habis di akhir bulan tanpa rencana, hhheee

    Itu namanya kena seleksi alam

  2. Lidya says:

    saya masih punya kebiasaan jelek pakde,ikut lomba mepet DL πŸ™‚ jadi kadang gak maksimal

    Saingan semakin berat. Kita harus berusaha kuat agar bisa menerbitkan artikel hebat

  3. Inayah says:

    Iya Pak Dhe suka juga ikut. Tapi kalau syaratnya buanyak atau pake SEO aku mending melipir eheh.

    Betul. Bukan fokus menulis artikel yang bagus malah mikir SEO dan syatun ya

  4. eda says:

    pakdhe ini salah satu blogger top yg aku kenal.. udah berusia, tpi semangat luar biasaaaaaa…

    yg berdosa itu, (yg ngaku2) blogger tapi juaraaang banget apdet! *tunjuk idung sendiri*

    *sungkem dulu sama pakdhe*

    Waktu saya kan banyak sekali. Kalau nggak didayagunakan entar malah ingin poligami

  5. fania says:

    Wahh… saya suka tuh berburu lomba kl yg SEO gak suka jg pak dhe…. eh sering DL jg sih..

    Sama dengan saya. Nggak suka lomba bau SEO

  6. Een Endah says:

    Saya sangat salute dengan Pak dhe, semangat menjadi Inspirasi saya untuk ngeblog. Saya juga ngeblog diusia menjelang 50 tahun. Semangat.

    Masih ada yang lebih tua lagi kok

  7. Bener, banyak setuju dengan Pakde. Sampai sekarang, ikut lomba masih menjadi sarana belajar menulis yang sangat efektif buat saya. Terkadang, ya ikut juga bukan karena hadiahnya, melainkan karena klik dengan temanya. Kadang juga ikut giveaway teman sebagai bentuk dukungan pada mereka dan seseruan saja.

    Salam hangat dari kota tape

    Bisa update blog juga sebagai salah satu alasan ikut lomba

  8. Eka fikry says:

    sama Pakde aku juga kalau lombanya SEO atau hrs melibatkan org lain , mending mundur teratur deh ..hihihi…

    Dulu lomba SEO booming
    Sekarang sudah berkurang

  9. Donna Imelda says:

    setuju dan klop dengan semua yang ditulis di atas. Begitu juga aku dalam menyikapi lomba. Namun ada satu kalimat yang bikin jleb, karena aku beberapa kali ge er ada yang berasa ngekor atau curi ide di belakang, padahal mah mungkin nggak gitu juga hehehe. Kalimat ini aku suka, pak de

    “Bukankah ada nasihat bijak berbunyi β€˜sira bisa niru penggaweyanku ning ora bisa niru rezekiku,β€˜ artinya Anda bisa meniru pekerjaanku tetapi tidak bisa meniru rezeki”

    rezeki nggak akan tertukar

    Iya, rezeki sudah tertulis

  10. suciana says:

    aku juga suka ikutan lomba pakde, tapi kadang kelewat deadline juga akhirnya gak jadi ikut hehe

    Kalau suah lewat dan masih ikut maka statusnya “Dicuekin”

  11. Hartomo says:

    Saya juga suka ikutan lomba pakde. Tapi kalo pas waktu lagi ada dan temanya juga saya paham. Untuk urusan publish artikel, saya setuju sama pakde, malah sebisa mungkin kalau perlu saya duluan yang publish, makin cepat makin baik.

    Tapi untuk urusan menemukan ide yang sama dengan kita, itu juga sering, bisa juga memang kebetulan saja. Tapi sesuai nasehat di atas kalau rejeki itu tidak bisa ditiru πŸ™‚

    Iya Mas.Yang penting kita terus berbagi kebaikan

  12. intanrawits says:

    pernah ikut lomba sih pakdhe, tapi ga sering. Hehe. Tapi dulu pernah saya all out bikin postingannya dan menang dpat hadiah buku, Ya Allah senenge ora jamak. Hihi, jadi pengen ikutan lagi kalau inget itu. Ikut lomba apapun selalu seru, semacam ada adrenalin yang berpacu. Itulah seninya ikut lomba, menang kalah ya urusan belakang. Terima kasih pencerahannya pakdhe

    Betul, ada unsur H2C, harap-harap cemas

Leave a comment