Kriteria Seorang Blogger Profesional

Sore teman teman funblogger….
Saya mau dikit curcol , sekaligus minta saran , motivasi atau inspirasi gitu. Bagaimana ya, bisa jadi Blogger profesional, dan dikenal, kalau kita belum bisa aktif datang ke acara-acara live seperti yang sering ditawarkan para founder? Travelling atau makan kulineran pun tidak. Home based bangetlah situasinya.

Konten yang bisa saya buat, sekitar: pendidikan, handycraft, kisah parenting/ibu rumah tangga. Yang semuanya terjadi di rumah.

Kalau melihat blogger lain, serasa bak Pungguk merindukan Bulan. Jauuh nggak ke-kejar.

Pakde Abdul Ch0lik, mbak Ani Berta, mbak Haya Aliya Zaki mbak Shinta Ries dan teman-teman lainnya, mohon masukannya….

Makasiiiih pol sebelumnya yaaa.

Kutipan di atas saya ambil dari status sahabatku yang cantik menik-menik asal Surabaya. Namanya Heni Prasetyorini. Karena nama saya ikut disebut-sebut maka saya memberikan komentar secara bersambung seperti di bawah ini.



 

1. Buat konten yg bagus lalu promosikan. Dikenal karena karyamu sj dulu. Nanti lama2 kan dipanggil untuk audisi kaya Raditya Dika.

2. Nggak usah ngejar blogger lain apalagi merindukan bulan. Kisah2 di rumah juga tak kalah seru kok.

3. Namamu Prasetyorini. Prasetyo itu janji. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak mendzolimi diri sendiri dengan mengecilkan apa yang sudah dan akan kaw perbuat.
.
Setelah menulis komentar tersebut di atas saya kok menjadi penasaran ya. Saya tertarik dengan kata ‘blogger profesional.’ Saya pun mengetik kata ‘the definition of professional blogger’ di browser saya guna mengetahui apa arti kata tersebut. Bingo, muncullah beberapa artikel yang mengupas masalah tersebut. Saya memilih salah satu artikel berjudul The Definition of a Professional Blogger’ or ‘Full Time Blogger’ yang ditulis oleh John Saddington.
Menurutnya seorang blogger profesional adalah seseorang yang ngeblog untuk menafkahi hidupnya. Definisi aslinya berbunyi A Professional Blogger is a person who blogs for a living. Sebelum mengutarakan definisi tersebut John Saddington terlebih dahulu mengutarakan kriteria seorang blogger profesional. Secara singkat saya sampaikan saripatinya tanpa mengurangi maknanya.
 .

1. Blogger profesional adalah blogger yang keterlibatan diri dengan blognya sangat luar biasa. Pelibatan tersebut berbentuk komentar, ping balik, retweets melalui Twitter. Termasuk di dalamnya penyebaran artikelnya ke berbagai situs jaringan sosial Digg, StumbleUpon, Reddit, Delicious, dan sebagainya.

2. Seorang blogger yang trafik blognya jauh di atas rata-rata blogger biasa.
3. Memiliki fans yang banyak yang antara lain terlihat pada jumlah follower di Twitter, jumlah pelanggan RSS, pelanggan email, dan sebagainya.
4. Ngeblog secara konsisten dan biasanya posting lebih dari sekali sehari (ini tidak mutlak)
5. Jumlah artikel yang sudah diterbitkan banyak sekali.
6. Seorang blogger yang telah mampu bergerak dari blogging dan media online ke media offline. Misalnya, seorang blogger yang sekarang menjadi host acara TV atau Radio. Selain itu secara fisik dia juga hadir pada acara dialog, diskusi, panel, dan lain sebagainya.
7. Seorang blogger yang dipandang sebagai pemikir, pemimpin, dan “guru” di bidang mereka. Mereka juga dilihat dari kearifannya, pendidikan, dan kepemimpinannya dalam niche khusus mereka.
8. Seorang blogger yang menjadikan blognya sebagai sumber penghasilan/pendapatan secara langsung maupun tidak langsung misalnya dari hasil promosi. Blogger ini menerima pembayaran dari profesinya sebagai seorang blogger.
.
John Saddington mengatakan bahwa daftar keriteria di atas mungkin berbeda antara pendapat orang yang satu dengan yang lainnya. Namun setidaknya beberapa unsur dari kriteria di atas sudah menjadi acuan bagaimana sesungguhnya yang disebut sebagai blogger profesional atau blogger penuh waktu (full time blogger) John Saddington juga menyandingkan dengan kriteria atlet profesional yang tentu berbeda dengan atlit yang masih berlabel amatir.
.
Apakah di Indonesia ada yang berlabel blogger profesional atau full time blogger. Saya sendiri belum mengetahui dengan pasti. Namun seorang sahabat saya rela resign dari pekerjaan pokoknya di sebuah perusahaan dan ingin menekuni blognya. Konon dia bercita-cita untuk membangun 100 blog berbagai niche. Saya juga tidak mengetahui berapa jumlah blog yang sudah dibangun dan dioperasikannya. Yang pasti, blog berisi aneka tips yang bagus-bagus sering saya kunjungi. Saya juga berlangganan artikelnya melalui email sehingga setiap ada artikel baru saya bisa membacanya. Full time blogger tersebut adalah mas Herman Yudiono. Sahabat dapat membaca kisahnya dalam artikel berjudul Catatan Seorang Full Time Blogger #1: Masa Lalu Gaji $2,000
Beliau juga telah menerbitkan beberapa e-book.
.
ebook Rp 620 juta
.
E-book di atas diberikan secara gratis kepada pengunjung blognya (www.blogodolar.com) Sahabat hanya perlu mengetik nama dan email , lalu klik tombol download.
Sementara e-book berjudul Cara Menulis Postingan Berkualitas dijual dengan harga Rp.100.000. Untuk membelinya silakan mengunjungi http://www.blogodolar.com/ebook-cara-menulis-postingan-berkualitas/
.
cover ebook cmpb
Untuk Jeng Heni Prasetyorini, status panjenengan saya angkat ke blog saya agar bisa dipelajari oleh sahabat yang lain. Yang jelas untuk mendapatkan label Blogger Profesional itu tidak mudah tetapi juga bukan hal yang mustahil.




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. zata says:

    Pakdeee…, mantep banget tulisannya! selain menjawab pertanyaan di atas, juga menginspirasi banget, jadi makin smangat nge-blog, nih…

    makasih yaaa…

    memang harus semangat agar blognya semakin jos
    sama2

  2. Pakdee pakdee. Aku sungguh tersanjung. Dan matur nuwun untuk jawabannya yang menyengatku sekaligus menyejukkan hatiku. Niku prasetyo-ku pakde

    Nggak usah mikir label blogger profesional atau amatir
    Yang penting teruskan ngeblog dengan ikhlas dengan niat berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat agar bernilai ibadah.

  3. Windah says:

    kece informasinya, terimakasih sudah berbagi mbahdhe

    Sama-sama Nduk

  4. Inayah says:

    tadi ada seorang sahabat yang mengirim chat ke saya. “aku tuh kalau ngeliat blogger..gimanaa gitu,,hebat. mereka itu pinter-pinter” (deg) disitu saya mikir…jadi pandangan ‘orang awam’ (ngga ngerti soal blogging sama sekali dan ngga punya blog) tuh kayak gitu. malu ah kalau nulisnya masih ecek ecek.

    kalau ngikutin pengertian di atas…masih jauh dari profesional, dibilang sambilan juga engga. lantas? (dipikir lagi sambil ngeteh)

    Jika ngeblog bukan untuk pekerjaan utama ya nggak masalah. Keep blogging saja

  5. Rentanu says:

    Bagaimana agar niat menulis itu selalu ada karena terkadang ide juga susah untuk dicari hehehe….mohon pencerahannya master, boleh kayaknya inbox bukunya….

    Ide sesungguhnya bersliweran di sekeliling kita. Tinggal kepekaan kita untuk menangkapnya dan menempa menjadi tulisan. Jika kita melihat anak-anak pulang dari sekolah bisa kita angkat menjadi artikel, misalnya “Mengapa Anak Sekolah Harus Berseragam?”

  6. Pakde…tulisannya memberikan pencerahan.. Bahwasannya gak perlu muluk2 mengejar label sbg blogger profesional..takutnya gak kesampaian bila tidak ditekuni secara konsisten dan gigih.. Makasih sdh share ya pakde..

    Iya Jeng. Kan sudah jadi guru. Ngeblog untuk fun atau fun and profit boleh juga tanpa label

  7. Terima kasih sudah dikompori pakdhe, semoga semangat nulis saya menyala lagi 🙂

    Disini belum banyak yang mengenal blogger/bisnis online. Ada yang kerjanya wira-wiri punya duit terus dirasani. jangan-jangan….. 🙂

    Kaya dirasani, miskin juga disindiri ya

  8. Dee Ann Rose says:

    As always… Pakde memberikan jawaban atau masukan yang sejuk. Kalau melihat kriteria2 di atas, duh daku mah apa atuh?! Tapi seperti yang Pakde bilang, ngeblog saja dengan niat membagikan pengetahuan atau pengalaman agar bermanfaat dan bernilai ibadah. Itu saja dulu. Itu juga udah “capek”, ndak usah diporsir dengan obsesi target2 tertentu, ya? Hehe… Btw, hatur nuhun, Pakde! ^_^

    Iya, jangan tergiur dengan label, Keep blogging saja

  9. nh18 says:

    Bagi saya …
    Blogger profesional adalah bloger yang … Tidak Bohong … Tidak Nyontek … Tidak Jorok !
    Itu saja

    Salam saya Pak De

    Betul Om
    Jika blog untuk mata pencaharian ya perlu ditambahkan syarat di atas agar dompet tebal

  10. banyak cara menuju profesionalisme ya Pakde. Betuul..yang penting semangaat dan konsisten 🙂

    Yoi, keep blogging

  11. Adji Achmad says:

    sebagai blogger pemula banget yang baru saja memulai coret-coret, informasi yang pakde suguhkan amatlah bermanfaat untuk saya. terimakasih pakde, salam kenal dan mhon bimbinganya.

    Rajin2 update blog biar makin mantap

  12. Deni says:

    Terima kasih pencerahannya Pak De. Telah lama saya tinggalkan blog. Setelah beberapa hari akan membuat buku, barulah kembali menulis di blog. Seterusnya akan kembali menulis. Jangan lupa mampir di blog saya. Sebuah penemuan sederhana telah lahir 🙂 tapi yangt penting kan manfaatnya untuk manusia, sepeti halnya tulisan ini. Bagi saya cukup menginspirasi untuk menulis kembali di blog.

    Saya juga menulis buku, ngeblog jalan terus

  13. Makasih sharingnya pakdhe.
    Harus terus semangat menulis nih. Happy blogging 🙂

    Kalau nggak semangat DA bisa anjlok

  14. ndop says:

    Betuuul. Rausah mikir “menjadi profesional” dulu, ngko malah terbebani. Mending selow santai seneng tapi gak main-main dan terus membuka wawasan dan membuka hati dan pikiran untuk menerima hal hal yg baru. Jujur, gak pelit sharing informasi yg diketahui, gak pelit promosi produk (dikit2 kasih * kalau menyebut merek <– tandanya gak ihlas nulisnya), dan elemen-elemen ketidakjujuran dan ketidaktulusan sebisa mungin dikurangi. Dengan kata lain, nuliso sak opo onone. Dengan menulis apa adanya, akan datang kritikan, dari kritikan, kita jadi berkembang.

    WOW. sangar ya komentarku! HAHAHA

    Oh iya satu lagi, PERCAYA DIRI hukumnya fardlu 'ain dalam ngeblog. Seperti yg pak dhe pernah tulis, di biodata blogger, jangan pernah nulis "SAYA HANYA", tapi tulislah, "SAYA INI ADALAH".

    Luwih manteb! HAHAHA

    Iya Mas
    Jangan under estimate dan mendzolimi diri sendiri

  15. Herbi says:

    Sejalan sama masnya… Jadi blogger itu santai kayak di pantai, selow kayak di pulow…
    Keep spirit! Salam paskibra! #LHohh

    Betul sekali, jangan tegang kayak arus listrik

Leave a comment