Melawan Inkonsistensi Ngeblog

Blogging is a great way to show your talents and interests to prospective employers, while adding an edge to your resume. If you blog consistently it shows your dedication, passions and creativity – all of which are key attributes employers look for in job candidates.[Lauren Conrad]

Kalimat yang saya kutip dari situs Brainy Quote tentang blogging tersebut di atas membuat saya manggut-manggut menyetujui. 

Ketika teman-teman blogger mulai membicarakan nilai Domain Authority(DA) dan Page Authority(PA) maka situs yang menyediakan alat ukur DA dan PA banyak dikunjungi. Dari hasil pengukuran dapat dilihat berbagai sikap blogger. Ada yang senang karena DAnya bagus. Ada yang bersikap biasa-biasa saja, dan ada pula yang menerima nilai tersebut dengan pasrah. “Yaaaa saya maklum deh wong saya ngeblognya nggak konsisten. Seminggu rajin menulis artikel, 6 bulan hiatus.”

Kita tentu tidak bisa menyalahkan blogger yang tidak konsisten dalam ngeblog. Banyak faktor yang menyebabkan blogger menduakan blognya. Pekerjaan di kantor atau perusahaan begitu banyak sampai mengangkat bokong saja tidak sempat. Belum lagi pekerjaan di rumah yang juga harus diberesi karena tidak mempunyai ART. Orang yang sakit gigi pun agak ogah ngeblog. Suara keyboard laptop dan tangisan baby rasanya sama di telinga dan di gigi yang lagi cenut-cenut.Saya pernah sariawan dan tak mau ngeblog karena untuk tersenyum saja saya malas.

Ketika seorang sahabat bertutur bahwa dia tidak bisa menerbitkan artikel dan blogwalking secara rutin saya berkomentar:”Utamakan tugas pokok.” Mana mungkin terus blogwalking manakala si kecil menangis minta nenen. Isteri level berapa jika suami minta dibuatkan kopi lalu dicuek-bebekin. Suami juga tak mungkin terus otak-atik gambar artis cantik yang akan diupload di blog jika isteri minta di antar ke puskemas.

Konsistensi ngeblog tidak harus diartikan menerbitkan artikel setiap hari. Moto ‘one day one post’ bisa dilakukan oleh seorang blogger tapi tidak bagi blogger yang lain dengan berbagai alasan di atas. Konsistensi juga bisa lebih dilunakkan. Misalnya menerbitkan 3 artikel dalam seminggu. Ke ‘berkalaan dan keberlanjut-an’ itu sebenarnya yang lebih pas untuk menggambarkan konsistensi.

Jika seorang blogger selalu menerbitkan artikel pada jam 5 pagi maka itu juga bisa dianggap sebagai sikap yang konsisten. Dengan cara ini maka pengunjung sudah bisa mengharapkan bahwa setelah jam 5 mereka bisa blogwalking ke blog tersebut. Blog yang bagus tampilan dan kontennya mungkin akan ditinggalkan pengunjung jika artikelnya tidak diupdate secara berkala. “Yaaaah..kok artikel terakhirnya masih bulan Agustus yang lalu sih,” begitu keluh mereka.

Lain halnya jika seorang blogger memang berniat membangun blog mini yang artikelnya hanya sekitar 20-30 artikel. Mini site yang artikelnya ciamik, niche khusus, banyak artikel pilarnya, dan isinya merupakan evergreen article (artikel abadi) bisa saja menggaet advertizer. Itu yang saya bahas dalam buku saya berjudul Blog Mini Penghasilan Maksimal.

.

.

Salah satu cara untuk melawan inkonsistensi ngeblog adalah dengan membuat artikel yang terbit secara terjadwal. Artikel ini bisa ditulis saat ada waktu longgar. Blogger bisa menulis beberapa artikel lalu hari atau tanggal terbitnya terbitnya diatur. Misalnya artikel pertama diterbitkan pada hari Senin, artikel kedua terbit hari Rabu, dan artikel ketiga di set terbit hari Jum’at. Penerbitan artikel terjadwal juga bisa dilakukan apabila untuk jangka waktu yang agak lama blogger berada di luar rumah dan tidak bisa ngeblog.

Blog adalah domain para blogger yang bersangkutan. Penggalan quote berbunyi If you blog consistently it shows your dedication, passions and creativity tak perlu dirisaukan jika ngeblog hanya sekedar untuk mengisi waktu luang. Tetapi begitu sudah berniat menjadikan blog sebagai alat untuk menjemput rezeki (misalnya loch ya) maka konsistensi menjadi penting. Pagerank, Alexa traffic rank, Domain Authority, Page Authority, dan atribut lain akan memperlihatkan bagaimana konsistensi seorang blogger. Bagaimanapun juga advertizer tak mau membuang uang dengan percuma ketika menjalin kerjasama dengan blogger.Mereka akan mencari blog yang memang pas untuk mengomunikasikan antara keinginannya dengan khalayak ramai.

Dengan artikel ini saya tidak sedang berpretensi bahwa saya termasuk blogger yang konsisten. Tidak kawan, sama sekali tidak.

Jika sahabat berkata:”MBak, mbok saya dibagi kalau ada job review?” maka bersiaplah untuk konsisten dalam ngeblog.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

18 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Rosa says:

    Pengen banget bisa konsisten deh pakdhe… tp memang butuh komitmen yg kuat ya

    Ya seminggu 2 artikel sudah cukup kalau tidak bisa 3x seminggu

  2. Inayah says:

    aaaak,,,salim salim salim nih ke Pak Dhe.
    berbanding lurus sama yang saya post di hari selasa.
    setelah bisa konsisten nulis, tantangannya adalah bagaimana bisa bikin konten yang ‘abadi’?

    soal DA aku nggak peduliin dulu, lha wong domain baru 13 hari

    Konten abadi contohnya adalah resep masakan.
    Sayur asam nggak akan lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan
    Beda dengan artikel tentang reportase acara 17an, atau peristiwa kecelakaan lalu lintas. Cepat basi karena ada peristiwa yang lain menyusul

  3. Jarwadi MJ says:

    anu pakdhe, saya susah banget buat konsisten, entahlah kadang saya tiba2 rajin banget dan terkadang jadi malas banget selama berbulan bulan 😀

    Ya itu dia masalahnya Dimas

  4. Izzah Annisa says:

    Blog saya dah berapa pekan gitu nggak diupdate, Pakdee… Hiks, hiiikss….

    Awas lumutan loch

  5. Wulansari says:

    Biasanya saya kalau update suka-suka Pakde, nggak pernah kepikiran konsisten di hari atau jam tertentu. Tapi, untuk bulan ini saya usahakan satu hari satu artikel. Memang lagi niat mengembalikan alexa yang naik drastis dan DA yang turun. Kalau dipikir-pikir memang sih saya menulis artikel baru mulai tahun lalu, jadi wajar kalo rank naik turun hehe…

    Untuk mini blog berninche khusus boleh juga ditiru hehe

    Buat sebanyak mungkin blog ini untuk menjemput rezeki

  6. Ulasan singkat padat renyah kemripik.
    Posisi saya pas diulas sama Pakde.
    Di kantor yang untuk angkat pantat saja susah.
    Sampai rumah? Molooooor tepaaar

    Ada enggak karyawan se kantor bolak-balik angkat pantat? hahahaha

  7. susanti dewi says:

    saya masih belum bisa konsisten. dan menulis pun masih sakahayangna (semaunya). kalo untuk ukuran tingkat popularitas blog saya nggak terlalu paham namun kadang juga ikut2an latah mengunjungi website yang menyediakan itu. walaupun sudah tau hasilnya, secara esensi pun masih belum paham. Namun Alhamdulillah, skarang blog bisa sedikit mendatangkan rupiah, walau tidak periodik…kadang2 ajah.

    yang saya inginkan sekarang, pengen bisa bikin tulisan ketika orang membacanya jadi merasa seneng.seperti yg seakrang sedang saya baca ini :). maturnuwon pakde .

    Rupiah anggap sebagai bonus saja Jeng

  8. kalau saya minimal 1 minggu sekali di usahakan ada pakdhe.. 🙂

    Sudah lumayan Mas

  9. Nchie Hanie says:

    iya dhe…
    dulu aku rajin n konsisten, tapi seiiring dengan waktu yg berjalan ada *tugas yg utama yg lebih penting.
    So..have fun ngeblog ajah, alhamdulillah rezeki mah ga kan tertukar, kalo putri bisa tertukar ya pakde hihiii

    Tugas utama harus diutamakan

  10. aku juga dah lambat laun dah nggak konsisten untuk ngeblog, memang untuk ngeblog ini membutuhkan waktu yang ekstra keras dan pekerjaan yang benar-benar menguras otak

    Iya bener. Sekuatnya dan sesempatnya saja

  11. Ety Abdoel says:

    Paling susah konsisten itu pas anak sakit Pakde. Saya sempat libur 3 bulan. Postingan terjadwal cocok buat antisipasi keadaan force major. Jadi pas longgar menulis sebanyak-banyaknya.
    Makasih sharingnya Pakde

    Oh iya, anak adalah prioritas karena itu amanah
    Sama2

  12. Ade anita says:

    Iiya bener pakde. Aku juga gak sanggup one day one blogpost.. kecuali jika itu emang bagian dr syarat lomba..hehehe

    Saya pernah ikut Tantangan 30 Hari NonStop Ngeblog
    Bukan menulisnya yang bikin repot tapi share dan laporannya
    Alhamdulillah berhasil menyabet 2,5 jeti

  13. liza says:

    Benar sangat pakde, sejak bekerja, blog udah jadi nomor tiga, nomor satu keluarga, kedua kerja, jadi kalo kedua hak tersebut udah beres, baru deh nge blog 🙂

    Tugas pokok harus diutamakan
    Tapi ngeblog juga hiburan dan tempat berbagi jadi jangan terlalu ditinggalkan

  14. Saya sedang belajar konsisten, Pakde. Eh tapi gak one day one post juga sih. Hanya seperti yang Pakde jelaskan di atas, tanggalnya diatur. Soalnya tempo hari kena sariawan males juga mau ngeblognya. Padahal ide udah siap. Intinya yaa nikmati aja proses ngeblognya.

    Asal jangan tiba-tiba setahun gak ngeblog sama sekali.
    *kemudian ngaca*

    😀

    Kalau setahun nggak ngeblog nanti kehilangan banyak hal

  15. […] Melawan Inkonsistensi Ngeblog […]

  16. Yogi Cahyadi says:

    Memang susah juga untuk menjadi konsisten, karena terbentur kebutuhan yang lain juga yang utama.. namun ya tetep usaha ya pakdhe..
    Salam kenal dari ane yang nubie..

    Tugas utama harus diutamakan
    Terima kasih kunjungannya

  17. Andri Uye says:

    Nah, ini dia. konsisten emang susah banget. kadang ada aja hal-hal yang buat sy tidak konsisten. seperti jenuh, karena setiap hari harus mengulangi hal yang sama.

    Manusiawi kok

  18. Riva says:

    malas jadi mush terberat buat konsisten ngeblog 🙂

    Iya bener tapi harus saya lakukan

Leave a comment