Neo Blogger: Bukan Blogger Pelacur

Blogging is good for your career. A well-executed blog sets you apart as an expert in your field.

[Penelope Trunk]

Melihat fenomena di blogosphere dan kiprah para blogger tiba-tiba saja saya ingin mencetuskan nama Neo Blogger. Neo artinya new. Neo Blogger saya artikan sebagai blogger baru. Bukan merupakan sebutan bagi mereka yang baru ngeblog tetapi untuk blogger dengan semangat dan aktivitas baru..

Dengan menggunakan sebutan Neo Blogger saya ingin menggambarkan sosok blogger yang semula newbie, beranjak menjadi blogger yang sudah trampil ngeblog, dan kemudian melangkah keluar dari kandangnya. Mereka ini tidak lagi bernyaman-nyaman  di dalam blog, menulis artikel, dan mengoptimasi blognya sebagai kegiatan rutinnya. Dengan tetap membawa dan memanfaatkan predikat blogger mereka aktif dalam berbagai aktivitas yang bermanfaat.

Aktivitas di ruang sempit namun gemanya meluas ke seantero jagad ini dimbangi dengan kegiatan lain yang justeru semakin membawanya meraih keuntungan yang lebih besar. Tentu bukan hanya sekedar keuntungan dalam bentuk materi tetapi juga non materi. Kemanfaatannya juga bukan bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

Buku Neo Blogger

Buku Neo Blogger karya Abdul Cholik

.

Apa yang saya sebut sebagai Neo Blogger adalah blogger yang melakukan kegiatan di luar kegiatan rutinnya menulis artikel. Bentuknya antara lain sebagai berikut:

1. Monetize blog

Setelah asyik-masyuk dengan blognya berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun banyak blogger yang mulai tertarik menjadikan blognya sebagai alat untuk menjemput rezeki. Istilah kerennya adalah monetize blog atau blog monetizing. Ini sah-sah saja karena tak ada undang-undang atau peraturan yang melarangnya sepanjang dilakukan dengan baik dan benar.

Blogger yang sudah bekerja maupun masih menganggur tentu juga mengharap bisa mendapat tambahan uang saku atau pendapatan sampingan. Saya termasuk di dalamnya. Sambil berbagi ilmu dan pengalaman bisa mendapatkan penghasilan tambahan itu sangat asyik kok.

Monetize blog bentuknya beraneka ragam misalnya menayangkan iklan, menulis job review, mengikuti lomba blog, dan lain sebagainya.

2. Menulis buku

Blogger yang menjadi penulis buku jumlahnya makin banyak. Ini sangat menggembirakan karena jumlah buku di Indonesia akan terus bertambah. Saya sendiri merasa terlambat menerbitkan buku. Beruntung saya segera sadar sehingga ikut bergerak menulis naskah buku dan menerbitkannya. Ada rasa bangga jika di perpustakaan mini saya terdapat buku karya saya.

Cara menulis buku

Menulis buku setelah ngeblog

.

3. Sharing ilmu dan pengalaman secara online maupun offline

Berbagi ilmu dan pengalaman tidak selalu dilakukan dengan menggunakan blog. Blogger bisa menyebar-luaskannya secara offline alias di dunia nyata. Haya Alya Zaki, Shinta Ries, dan Ani Berta,  merupakan sosok blogger yang sering diminta untuk share ilmu dan pengalamannya di dunia nyata.

Cukup banyak sahabat yang diminta menjadi nara sumber tentang blogging atau menulis artikel. Saya juga sudah beberapa kali diundang pihak lain untuk share ilmu dan pengalaman antara lain di RRI Jember (wawancara jarak jauh), Radio Suara Muslim Surabaya, dan forum Indonesia Move On yang diselenggarakan  oleh Dompet Duafa. Kita juga bisa melihat acara Sunday Sharing yang digelar secara rutin tiap bulan di berbagai kota yang diadakan oleh blogger bekerjasama dengan pihak lain. Berbagai ilmu digelar pada acara ini.

4. Menjadi motivator

Om NhHer, Wylvera Windayana, Uniek Kaswarganti, dan lain-lainnya  adalah blogger yang seringkali menjadi motivator. Dengan memanfaatkan Kelas Inspirasi yang ada di kotanya para blogger tersebut bergabung dengan non blogger dan memberikan aneka motivasi kepada para pelajar. Topiknya tentu sesuai keahlian yang dimilikinya. Selain membagikan ilmu mereka juga mampu memberikan keceriaan dan suasana belajar-mengajar.

5. Bergerak di bidang sosial-kemanusiaan

Ketika bencana melanda suatu daerah blogger tak tinggal diam. Mereka berinisiatif mengumpulkan barang atau dana untuk disalurkan kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Bukan hanya itu saja, mereka juga tergerak hatinya untuk membantu orang lain yang sedang sakit, kenal atau tidak kenal. Upaya positif ini juga disambut oleh blogger yang lain dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Anazkia misalnya, masih aktif dengan kegiatan Blogger Hibah Sejuta Buku.

6. Membuka online shop

Tak sedikit blogger yang akhirnya membuka toko online atau online store/ online shop. Barang dagangannya berupa karya sendiri atau hasil membeli di toko atau pasar. Mereka juga ada yang masuk ke dalam lapak-lapak besar untuk menjual barangnya. Sayangnya ada beberapa blogger yang kemudian tidak meneruskan kegiatan ngeblognya. Padahal blog juga bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mempromosikan online shopnya.

7. Bergerak di bidang jasa

Blogger yang memiliki keahlian membuat merancang web atau blog bisa memanfaatkannya untuk membuka usaha jasa pembuatan web atau blog. Blogger sering merasa lebih nyaman memesan desain blog kepada blogger yang sudah dikenalnya karena bisa berdiskusi dengan akrab. Beberapa blogger juga bergerak dalam jasa penulisan artikel, menyelenggarakan kursus blogging and writing secara online maupun offline.

Begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh seorang blogger, baik secara perorangan maupun dalam hubungan kelompok dan atau komunitas. Kegiatan positif seperti ini juga bisa mengurangi rasa jenuh ngeblog. Harap diketahui bahwa pihak non blogger sudah banyak yang melirik dan menggandeng blogger untuk menyuarakan dan mempromosikan kegiatan dan produk mereka. Apapun bentuknya, niat untuk berkiprah di luar sebaiknya tetap diniatkan untuk ibadah agar hasilnya barokah dan kita tetap on the right track. Hal ini juga untuk menetralisir dan menepis tudingan negatif dan pemberian label ‘blogger pelacur’ atau ‘money oriented blogger.’ Huh.




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

25 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. sumarno says:

    menulis buku belum, wawancara belum, memotivasi belom, buka online shop belom, bidang jasa belum…… nulis artikel jha masih kesusahan pak dhe….. fiyuuuuh……

    Rapopo, lambat laun akan ke sana

  2. Kereeeeen emang Pakde-ku mah 🙂

    Insya Allah semuanya halal yah Pakdeee dan semoga Pakde sukses teruuuus :))

    Kapan sih Pakdemu nggak keren?
    Matur nuwun.
    Amiin

  3. Blogger pelacur??!! Duh, kok serem banget sih istilahnya pakde. Bisa aja kan ngeblog sebagai batu loncatan untuk profesi yang lain. Seperti yang pakde tulis diatas.

    Umpannya begitu sih

  4. Pakde selalu menginspirasi

    Hooh
    Terima kasih

  5. Eko Nurhuda says:

    Wah, saya merasa ketinggalan sangat jauh sama Pakde yang jauh melesat dalam 5 tahun ini. Soal menulis buku, saya keok telak banget. Demikian pula jadi pembicara dan lain-lain. Hmmm, nggak terima saya. Hahaha

    Namanya pensiunan kan harus mencari kegiatan yang positif supaya nggak nglangut dan mikir yang aneh2 tho Mas hahahaha

  6. Yati Rachmat says:

    Kalo bunda termasuk neo blogger, ga,ya? Kan jadi instructor di FED, hehe… Kalo yang offline jadi pengajar bahasa Inggris volunteer buat anak-anak yatim sih gak usah disebutlah. (Lho! koq ini disebutin sih?!)

    Kan monetize blog juga tho Mbak

  7. Tatit Ujiani says:

    Pakdhe jos gandhos.
    Kaget saya Dhe lihat judulnya. 🙂
    Yang penting nulis, dan semuanya halal dan berkah Dhe.

    Yoi Jeng
    Maju terus ya

  8. Opickaza says:

    Judulle medheni, dadi blogger pelacur, ada juga blogger vakum, yg benci dengan media promosi iklan pay per post atau post placement yg dihargai 200-50 rbu padahal budget dari pengiklan sendiri lebih besar untuk satu artikel di blog sampai 700 rbu. Tapi sampai ditangan bloggernya cuma 50 rbu backlink dofollow selamanya, jadi blogger memang dilirik perusahaan tapi semua itu ada media yg menjembatani sehingga mendpt sedikit uang sampingan, atau juga disebut blogger murahan

  9. Ria says:

    Keren sekali, banyak ilmunya membaca tulisan ini

    Terima kasih Mbak Ria

  10. jiah says:

    ingin jd blogger yg bs memberi inspirasi buat org lain. kalau mau berusaha pasti bs ya, Dhe

    Sudah gitu kok

  11. momtraveler says:

    Alhamdhulilah dr ngeblog impian bikin buku tercapai moga2 suatu hari nanti bisa jd motivator

    Maju terus, Jeng

  12. Iya ih, itu keterlaluan yg ngasih label blogger pelacur. Semena-mena banget sama blogger yg ga selevel ama dia *elah malah ngomel wkwkwkkk…
    Ah seneng banget ada namaku disebut di sini meskipun sebenarnya yg kulakukan cuma hal kecil, Dhe. Pakdhe nih yg konsisten utk jadi kompor sedulur2 blogger. Top.

    Biar kecel tapi mentes

  13. rina susanti says:

    judulnya jadi inget blog yang ituh pakde….mungkin si orang itu nulis biar viral, padahal kalau pembuktian blog ya kalah jauh sama pakde, udah nulis buku banyak dsb, btw, smg saya nyusul bisa nulis buku lagi

    Amiin, segera didraft naskah bukunya

  14. Inna Riana says:

    aih setuju pakdee… yg tulisan viral itu mah sengaja biar ngetop kali ya

    Nggak tahu Jeng
    Yang penting nulis saja

  15. Keren Pakde, bahasannya menyejukkan setelah ramai kayak judul di atas, mari tunjukkan kerja nyata #eaaa

    Iya, nggak usah dibantah dengan frontal

  16. hani says:

    Gara2 judulnya serem, saya jd blogwalking. Sukses deh…Semoga sehat selalu menulis selalu…

    Amiin
    Kalau nggak nulis lupa berdiri

  17. Zata says:

    Inspiratif pakde! Coba ya si anak muda sok asik yg bikin label baca ini… :p

    yang muda yang kreatif

  18. Saya juga mau sungguh2 ngeblognya, Dhe, apalagi sudah ada agent yang nawarin kerjasama. Makin semangat belajar pokoknya 🙂

    Baru mau? Kan ngeblognya sudah lamaa

  19. Inspiratif Pakdhe,
    Bener, blogger bukan pelacur
    Dan punya hak buat gimanain blognya, apalagi kl sampai bisa dapat materi. Saya mah mau bangetttt

    Monetize blog juga ada di mana-mana

  20. Pakdhe selalu keren.
    Wah aku masih harus belajar untuk konsisten nulis Dhe 🙂

    Mbak Lia sudah konsisten kan

  21. Inayah says:

    Judulnya ocre banget

    Masyaaaaaaaaaaaaaa?

  22. Banyak yang belum saya lakukan, masih terus berusaha meningkatkan kualitas konten dan tulisan,
    maturnuwun sharingnya pakde, jadi pemicu semangat

    Saya juga masih ingin meningkatkan kualitas tulisan

  23. itulah Pakdhe..semua kembali ke niat ya..sah-sah saja untuk monetize blog sepanjang sesuai koridor..tapi lately, ada banyak labelling yang membuat saya pun membacanya tidak nyaman..Apa perlu ya seperti itu? Will it bring more benefits to the blogsphere? Not necessarily I guess..

    Iya Jeng
    Setiap orang kini memang bisa berkomentar apa saja

  24. walaupun saya duluan nyusun buku, baru blajar ngeblog, kini jadi ingin punya buku yg bahannya dari tulisan ringan di blog

    Banyak buku saya yang bahannya dari artikel blog lalu dipoles lagi agar lebih baik.

Leave a comment