Ngeblog Bisa Membunuhmu

Hwaaa..judul artikel yang beraroma sadis dan horor, bukan. Saya sengaja meniru tulisan yang ada dibungkus rokok. Bukan untuk menakut-nakuti tetapi untuk mengingatkan, utamanya bagi diri saya sendiri. Syokur jika para blogger juga menjadi takut. Walaupun urusan mati itu sudah ada yang mengatur jadwalnya, waktu, dan caranya namun sikap waspada, berjaga-jaga, dan berhati-hati juga perlu kita miliki.

Ngeblog itu asyik dan mengasyikkan. Tak heran jika jumlah blogger semakin hari semakin banyak. Tujuan ngeblog juga beraneka ragam. Ada yang ingin menyalurkan hobi menulis, membagi ilmu dan pengalaman, dan ada pula yang ingin mendapatkan keuntungan materi dari blog. Semuanya sah sepanjang tetap memperhatikan etika, norma, peraturan, atau undang-undang yang berlaku. Menyimpang dari semua ini tentu ada dampaknya, ringan, sedang, maupun yang berat.

Ngeblog bisa membunuh blogger jika yang bersangkutan terjangkit penyakit di bawah ini.




1. Lupa Diri

Penyakit ini bukan hanya menyerang blogger pemula atau para newbie tetapi juga bisa menjangkiti blogger yang sudah kawakan. Blogger yang ngeblog dari dinihari sampai malam hari bisa dimasukkan dalam kategori ini. Duduk berlama-lama di depan komputer, laptop, tab, atau handphone bukan hanya kurang baik untuk pinggang dan punggung tetapi juga bagi mata. Lebih parah lagi jika berkomplikasi dengan kurang makan, minum, olahraga, dan istirahat yang cukup. Jika hal ini berlangsung lama tentu bisa mengganggu ginjal, mata, dan organ tubuh yang lainnya.

Lupa diri jika sudah merambah kepada lupa, lalai, dan menyepelekan ibadah tentu dampaknya akan lebih dahsyat lagi. Blogger yang terserang penyakit ini bukan hanya kehilangan dunianya tetapi juga akhiratnya. Ibadah yang saya maksud di sini bukan hanya ibadah mahdah seperti sholat, puasa, haji, tetapi juga ibadah dalam arti yang lebih luas. Bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga juga termasuk ibadah. Demikian pula berbakti kepada orangtua, mengasuh dan mendidik anak serta silaturahmi.

Bagaimana terapinya? Ya mudah saja, hidup secara seimbang donk. Seimbang antara menjalankankan hobi dan bekerja, seimbang antara bekerja,olahraga, dan istirahat. Dan jangan lupa, seimbang antara hubungan kita dengan Sang Pencipta dan dengan makhluk ciptaan-Nya.

.

2. Tidak Tahu Diri

Jika ngeblog baru 3 bulan dan artikel blognya baru terisi 6 buah sudah ingin mendapat pagerank 3, Alexa 200.000, dan Domain Authority 35 bisa digolongkan sebagai blogger yang tidak tahu diri. Apalagi jika artikelnya jauh dari label great content dan tidak mau melakukan promosi. Jika nekat melakukan black hat SEO, misalnya dengan membeli backlink, alih-alih blognya menjadi moncer bisa-bisa blognya malah dibenamkan oleh shohibul search engine.

Terapinya? Ngeblog dengan langkah pasti, walau agak pelan. Blogger pemula biasanya bergairah dan ngebut pada bulan pertama setelah itu perlahan-perlahan letoi. Apalagi jika dia meniru secara membabi buta blogger yang sudah mapan dan berpengalaman. Melihat blogger lain sukses menggarap blog berniche fashion dia juga ikut. Padahal dia tidak memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman, hobi, atau pekerjaan di bidang fashion. Akibatnya artikelnya hanya dari hasil comot sana-sini. Oleh karena itu ngeblog harus dengan enak tetapi tidak seenaknya. Tulis artikel yang dikuasai dan disukai serta hasil karya sendiri dengan menggunakan bahasa dan gaya sendiri. Itu jauh lebih afdhol dan bermartabat daripada copy-paste hasil karya orang lain secara ilegal.

 

3. Bakar Diri

Wah ini juga penyakit yang agak parah. Bukan penyakit yang menyerang fisiknya tetapi justeru batinnya yang diserang. Blogger yang terserang penyakit iri dan dengki mirip api yang membakar kayu. Panas dan menghancurkan. Blogger yang iri dan dengki kepada blogger lain pasti juga sering dihinggapi negative thingking.

Melihat blogger lain mendapat job review dengan fee yang aduhai dia pingsan. Membaca status blogger ayu memajang kulkas hadiah lomba langsung badannya mriyank. Blogger sahabatnya memajang payment Google Adsense yang bernilai jutaan rupiah juga kejang-kejang. Jika temannya menang lomba dianya langsung memasang status :”Kalau lomba pemenangnya sudah settingan sejak awal ya syusyah donk” tulisnya dengan sinis.

Bagaimana cara mengatasinya? Luruskan niat, ngeblog untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat agar bernilai ibadah. Jika dari ngeblog itu kita mendapatkan aneka keuntungan uang dan materi maka anggaplah itu sebagai bonusnya. Kesuksesan orang lain tak perlu ditanggapi dengan rasa iri apalagi dengki. Sebaliknya jadikan keberhasilan blogger lain sebagai pemicu dan pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas blog. Dan jangan lupa menumbuhsuburkan rasa sabar dan syukur.




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

17 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Lyliana Thia says:

    Poin nomor 1 saya pernah ngalami Pakde.. ahaha.. sampe tengah malem kebangun ya tiba2 blogwalking, bukannya sholat atau tidur lagi..

    Hehehe…

    Skrg pelan2 memperbaiki diri dan memperbaiki niat, insya Allah.. pengen ngeblog yg bernilai ibadah krn menulis kebaikan2..

    Pakde jadi contoh buat saya dalam hal ini.. semangat selalu ya Pakde, barakallah…

    Iya, harus dibuat skala prioritas agar tak terbanting-banting

  2. Aku suka lupa diri apalagi kalo pas mood datang.. Suka lupa waktu juga..berjam2 di dpn laptop.. Shg pekerjaan kadangkala terbengkalai.. Kadang2 tidur sampe larut.. Paginya kita ngantuk berat pas di kantor..

    Pasti diledek teman sekantor ya. “SEmalam nglembur yaaaa…berapa lagu?”

  3. nova violita says:

    sip pak de…yang nomor 1 menohok banget… yang no 3 jangan sampai adzubillahimindzalik….

    Hooh, jangan sampai bakar diri

  4. kakaakin says:

    Saya pengen ngeblog, Pakdhe. Tapi saya juga gak mau terbunuh. Hehe…

    Amankan ring-1 Anda utamanya di tempat umum

  5. Astari says:

    Luruskan niat adalah kunci supaya nggak terjangkit penyakit diatas 🙂
    Saya ngeblog, karena ngisi waktu luaaang~.
    eh tapi sekarang berhubung lagi skripsian, ngeblognya agak dikurangi wkwk~

    Utamakan tugas pokok

  6. baru sebulan DA 15 eh tahu tahu dapet email ngga ada kerjasama lagi dari toko anu *pingsan

    Maju terus Mas
    Insha Allah akan dicari advertiser

  7. HM Zwan says:

    makin banyak godaannya ya dhe jadi blogger,harus diliruskan lagi niatnya,,,

    Iya.
    Harta, Klout, dan DA

  8. nh18 says:

    yang nomer tiga mantep bener Pak De

    Salam saya

    Diilhami aksi bakar diri Dewi Sinta

  9. sakurasarni says:

    Judul bikin penasaran 🙂

    #Pecandu Blog *salam kenal Blogger Kepri

    Sekali kali membuat judul agak nakal

  10. ione says:

    nomor 1 satu pakde…*Malu

    Bisa direvisi heheheh

  11. Sriyono Suke says:

    Kadang makin lama sepertinya makin habis mau nulis apa lagi, mau buat blog baru lagi malah umurnya selalu lebih pendek dari yang blog primbon kota ini pakdhe…

  12. Dee Ann Rose says:

    Waduh… bener banget, Pakde. Semuanya bisa menjangkiti kita, walau kadarnya itu yang berbeda-beda. Intinya pengendalian diri, ya…

  13. innnayah says:

    lupa diri…kalau lagi coding utak atik..tau tau tengah malem. di jam makan siang kantor..bukannya bobo siang malah lanjut BW. untung saat ini pc kantor ngga bisa buat komentar..hahaha cuma bisa buat baca aja.

    Iya, lupa makan,lupa hutang ya

  14. aku catat baik-baik pakdeee hehehe. Memang seringkali niat baik ngeblog jadi dirusuhi oleh kealpaan seperti ini :). Semoga kita dijauhkan yaaa..

    Iya, ngeblog jangan sampai membuat kita malah kacau-balau ya

  15. felyina says:

    no 1. Pernah waktu awal-awalnya blogging, Pak Dhe. Hihihihihihi.. Sekarang sih malah kebalikannya, terlalu males blogging. T_T
    no 2. Akika babar blas ndak ngerti artinya ini apa toh, Dhe? “pagerank 3, Alexa 200.000, dan Domain Authority 35” Hihihihihihi……
    no 3. Saya sih nggak pernah pingsan atau meriang melihat blogger yang dapet rejeki dari blogging, Dhe. Cuma gemes pengen nyakar aja. *lho. Hihihihihihihi…….

    No. 2 Itu peringkat blog kita menurut penilaian mereka

  16. Kania says:

    Bener pakde, kdg sy smpe lupa makan krn asik nulis 🙂

    Hihihi…entar langsing loch

  17. rentanu says:

    Asal jangan lupa istri saja om… 😀

    Sudah miskin lupa isteri lagi
    Kalau tua menderita

Leave a comment