Setelah ODOP Jangan OYOP

Manfaat ngeblogTantangan One Day One Post yang digelar oleh Mbak Ani Berta telah usai. Alhamdulillah saya bisa mengkhatamkan tantangan tersebut dengan baik. Bukan hanya karena saya mempunyai banyak waktu luang tetapi juga karena niat dan tekad saya untuk menjawab tantangan ini. Apalagi topik sudah disiapkan. Tinggal nguleg saja, bukan.

Beberapa sahabat yang kesibukannya luar biasa padat di dunia nyata maupun dunia maya juga ada yang berhasil melaluinya. Kebetulan topik yang diberikan oleh mbak Ani Berta juga tak terlalu sulit. Jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sebuah artikel bisa diselesaikan dalam waktu satu jam. Jika tombol sharing sudah dipasang di blog tentu sangat mudah untuk membagikan artikel ke facebook, Google+1, Twitter, dan lain sebagainya. Saya juga submit artikel di Google Webmaster Tools dan Bing Webmaster Tools agar artikel segera terindex.

Godaan ODOP bukannya tidak ada ada. Salah satunya adalah media sosial. Ketika saya membuka satu jendela yaitu blog saya maka ada keinginan untuk membuka jendela yang lainnya misalnya Facebook. Nah, menulis status di timeline merupakan godaan perdana. Sekedar menulis sebaris kalimat pada jam tertentu, lalu tergoda untuk menulis komentar di bawah status sahabat. Disusul godaan untuk memasang foto atau gambar saja, misalnya makanan. Akibatnya penyelesaian draf artikel ODOP  tertunda beberapa menit bahkan sampai beberapa jam.




Ketika ODOP telah usai sebaiknya jangan istirahat terlalu lama. Momentum ODOP jangan berhenti. Jika memang sangat sibuk, minimal One Week One Post bisa kita lakukan. Tak elok jika usai ODOP lantas berubah menjadi OYOP (one year one post) “Nggak punya waktu plus gagal fokus mencari ide nih, Pakde.” Ach, jika kita bisa asyik-masyuk di media sosial tentu kita bisa menyisihkan waktu 1-2 jam untuk kembali ke blog. Bukankah media sosial juga merupakan gudang ide. Curhatan sahabat yang ditulis di Facebook bisa dikembangkan menjadi artikel yang oke juga.

Ide untuk menulis artikel blog ada di sekitar kita kok. Idul Adha memang sudah kita lalui. Tetapi masih ada yang tercecer di sekitar penyembelihan hewan qurban. Pengalaman atau hasil pengamatan kita bisa dibuat menjadi artikel yang menarik. Ketika kita melihat di televisi tentang masih adanya kericuhan dalam pembagian daging qurban maka kita bisa menulis tip tentang cara membagikan daging qurban agar aman dan nyaman. Pihak yang berkurban puluhan kambing dan sapi diharapkan berkurban lagi dengan menyuruh tim untuk mengirimkan daging tersebut dari rumah ke rumah penerima. Dengan memberikan honor yang pantas tentu ada pemuda-pemudi yang mau membagikan daging kambing atau sapi ke remah penerimanya. Dengan cara itu maka penerima daging qurban akan aman dan nyaman serta merasa diuwongke (dimanusiakan) Kurang elok jika untuk mendapatkan sekilo daging sampai mereka jatuh bangun bahkan sampai pingsan segala.

Cara memilih hewan qurban, tips memasak daging kambing, daging kambing antara mitos dan fakta, juga merupakan topik yang bisa kita kembangkan menjadi artikel yang menarik dan bermanfaat. Elok dan tidaknya menayangkan video atau gambar kambing atau sapi yang sedang meregang nyawa dan bersimbah darah bisa dijadikan topik bahasan.

.

.Hewan Qurban Idul Adha

Siap berkurban

.

Sekali lagi, momentum menulis artikel ODOP sebaiknya terus dipelihara. Blog yang sudah bersinar selama dua minggu sebaiknya dijaga agar sinarnya tidak redup lagi. Lebih menyedihkan lagi jika blog yang sudah kita bangun dengan susah payah akhirnya berlumut dan dipenuhi sarang laba-laba. Pemiliknya lebih asyik bermain bekel di media sosial.

Jika blogger mulai tergoda dengan uang dan barang tak usah risau. Ikuti saja lomba blog atau giveaway. Dengan cara itu maka kita bisa mendapatkan manfaat ganda. Membagi ilmu dan pengalaman sekaligus mendapatkan hadiah, jika menang.

Mari kita menulis terus agar urat menulis kita menjadi lentur.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Ratna Dewi says:

    Artikelnya pengingat banget buat saya nih yang suka kendor nulis kalau nggak ada pecutan. Tapi kalau jadi OYOP ya kebangetan sih, Pakde. Itu mah ndak niat ngeblog namanya, hehe.

    Iya, minimal seminggu sekali lah

  2. Pakdhe memang keren. Sudah 3 kali mengikuti ODOP di Fun Blogging ya pakdhe?
    Aku baru sekali aja ikut ODOP nya

    Iya sudah tiga kali dan khatam semuanya

  3. damarojat says:

    OYOP…hihihi…Pakde memang bisaaa aja. jangan sampe lah.

    Iya, kasihan blognya

  4. Maturnuwun pakde diingatkan, meskipun aku tidak OYOP hehehe. Karena banyak kerjaan rutin sebagaimaan emak-emak jadi tidak disiplin updatenya

    Nek lagi banyak waktu bisa nabung tulisan

  5. Okti Li says:

    Disiplin dan konsisten kembali jadi patokannya

    Iya betul, agar tak kedodoran

  6. DollyPR says:

    Aku merasa tertohok membaca ini. Aku sekarang kena virus TWOP (two weeks one post).
    Makasih Pak Dhe udah ngingetin.

    Masih lumayan Mas

  7. Ipeh Alena says:

    Salut sama Pakde, saya sendiri kemarin hanya bertahan di dua hari pertama, setelahnya saya KO. Semoga next time saya gak tumbang lagi. Tulisan pakde bener2 membuat saya ‘tersentil’ agar tidak kebanyakan alasan nih. Terima kasih Pakde, semoga sehat walafiat sehingga bisa terus menulis dan menginspirasi……

    Kalau lagi senggang nabung tulisan lalu disusun secara terjadwal

  8. Helena says:

    Pakde, ajarin pake webmaster dong. Gaptek nih

    Gampang kok
    Tinggal daftar lalu sumit artikel tiap habis posting

  9. Nining says:

    OYOP ini saya ngebacanya LOYO, eh beneran…lah kok One Year One Post, wes wes babar blas. Ora salut lagi bisa-bisa hihihi ^^v

    Blog bisa karatan kalau OYOP

  10. nick says:

    waaakz.. bermain bekel…

    itu odop tidak harus artikel panjang kan Pakde… misal sebuah foto, plus segelintir kata bolehlah… yang penting blog tidak mati kelaparan postingan. one year no post itu saya waktu password hilang.. hiiiiii….

    Nggak ada ukuran jumlah kata kok

  11. Inayah says:

    Ayo ayo..pak dhe motivatir menulis aku lho

    Tinggal atur waktu saja sebenarnya

  12. Ida Tahmidah says:

    ODOP yang ketiga saya gagal karena dua hari keluar kota ga ada perlengkapan ngeblog hehe… Untungnya setelahnya banyak yg harus diposting jadi ga OYOP deh 🙂

    Padahal bisa membuat postingan terjadwal sebelum berangkat

  13. pakde memang hebat, ODOP nya lancar ya pakde..bagaimana qurban kambingnya pakdhe..?
    btw pakde mantan TNI pasti disiplinnya super sekali 🙂 hehehe

    Alhamdulillah kurban lancar

  14. Saya juga ikut lomba itung-itung naambah tulisan di blog. Kalau menang ya aalhamdulillah.

    Bisa dapat TV atau HP ya

  15. kaligrafi says:

    Top markptop

    Thank you

  16. […] yang sinyalnya megap-megap.” Saya mencoba ngeles. Padahal faktanya saya sedang mengikuti ODOP (One Day One Post) Challenge yang digelar oleh mbak Ani […]

Leave a comment