Teks

Weekend Kok Ngeblog

Cara menikmati weekend

.

“Saat weekend sebaiknya jangan menerbitkan artikel hebat dan panjang,” begitu kata pakar blogging mancanegara. Alasannya, penduduk bumi pada umumnya menutup komputer mereka karena pada memanfaatkan weekend untuk berlibur dengan keluarga. Maklum setelah bekerja keras selama sepekan manusia ingin piknik agar pada hari kerja nanti jasmani dan ruhani mereka menjadi segar kembali.

Cara menulis artikel

Ngeblog dengan enak tapi tidak seenaknya

.

Nek dipikir-pikir ada benarnya juga ya. Ngapain menerbitkan artikel pilar yang berbobot, bermanfaat, panjangnya lebih dari 3000 kata, dan full solusi pemecahan masalah jika ternyata tidak segera dibaca orang. Bukankah lebih baik jika artikel ciamik tersebut diterbitkan saat hari kerja.

Selain itu, ada pula yang menyatakan bahwa pada hari kerja karyawan bisa memanfaatkan sambungan internet yang ada di kantor atau perusahaannya.  Nah, pada hari libur sebaiknya tidak bersentuhan dengan komputer. Apalagi jika tinggal di remote area yang koneksi internetnya tidak stabil.

Tunggu dulu. Ternyata ada juga yang berpendapat lain. “Itu kan pendapat blogger mancanegara. Orang sana memang hobi banget rekreasi pada akhir pekan. Walaupun bentuk rekreasinya tidak selalu piknik ke luar rumah atau keluar kota. Ngadain kumpul bareng sambil BBQ an di halaman atau kebun juga sudah oke banget.” 

Nah loch. Bagaimana ini?

Pada akhirnya ya terserah pendapat dan sikap masing-masing blogger. Kalau ingin tetap ngeblog saat weekend juga tak ada yang melarang. Kan tak sedikit blogger yang ingin konsisten menulis. Jargon One day one post, masih ada yang menerapkannya. Jenis artikel, panjang tulisan, dan kapan akan dipublish terserah mereka, bukan.

Tetapi memang eman-eman kalau artikel andalan diterbitkan saat weekend tiba. Pada hari libur lebih baik menerbitkan artikel ringan tetapi tetap menarik perhatian. Artikel tentang traveling, kuliner, human interest, dan tulisan bernuansa renyah-gurih lainnya layak saja diterbitkan. Menerbitkan aneka foto yang lucu juga elok kok.

Sekalipun artikel yang ditulis ringan namun jika dipasang kata kunci yang pas dan dishare di Google webmaster tool, Facebook, Twitter, dan social bookmark lainnya tentu hasilnya akan tetap oke.

Hal lain yang perlu diingat, dengan terus menulis dan menulis maka urat menulis akan semakin lentur sehingga kita akan menemukan grip dan gaya tulisan yang khas. Tentu, menulis topik yang dikuasai dan disukai akan menjadikan kita tidak akan kekurangan ide. Lebih dari itu kita dapat menulis dengan enak, santai, dan hepi.

Mari kita menulis hal-hal yang bermanfaat. Sebaliknya kita hindari menerbitkan artikel yang dapat memprovokasi pembacanya untuk melakukan tindakan negatif. Diluar sana sudah cukup banyak orang yang kurang waras. Blogger sebaiknya tetap menulis pada koridor yang benar. Dengan cara itu maka sebutan “blogger abal-abal” tak akan dilekatkan pada diri kita.

Apakah sahabat masih tetap menerbitkan artikel di kala weekend? Silakan share di sini agar bermanfaat bagi kita semua.

Have a nice weekend.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

2 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. felyina says:

    Saya kadang nulis sih Dhe waktu weekend. tapi tetep publishnya gak weekend. Hihihihi

  2. Empritkaji says:

    Informasi yang menarik ..bisa buat bahan renungan…hehehe

Leave a comment