Di Atas Sangar Masih Ada yang Sangar

Siapa yang belum kenal dengan Matt Drajat? Yup, laki-laki bertampang sangar ini nampang di sinetron komedi Preman Pensiun. Pria berambut kriwil-kriwil, kostum celana dan jaket jean pas banget memerankan tokoh Komar. Jabatan dalam sinetron itu adalah koordinator lapangan pemungut iuran di sebuah pasar. Dia membawahi beberapa orang preman yang wajahnya justeru tak terlalu sangar. Komar bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Muslihat alasi Kang Mus.

Sebagai seorang pimpinan di sektornya Komar dikenal galak dan tegas. Jika menegur anakbuahnya tidak melihat empan dan papan, tak punya unggah-ungguh. Lihat saja sikap Komar ketika melihat Iwan sedang mengunjungi seorang wanita pedagang sayur. Komar langsung mendampratnya. Alhasil, Iwan, petinju berbadan tegap itu langsung menyudahi upaya pedekate kepada janda bening dan semok tersebut.

Kesangaran Komar tidak istiqomah, tak konsisten. Kegarangan Komar mendadak lenyap manakala berhadapan dengan kaum Hawa. Jangankan di lapangan, suara isterinya di tilpun saja sudah merontokkan nyalinya. Suara Komar yang menggelegar ketika berbicara dengan anakbuahnya langsung lenyap. “Halo Beeeeeeb…”, suara Komar berubah menjadi mesra-mesra ngenes tanda ketakutan.

Komar memang termasuk penganut madzab Sarmili, tokoh Pak RT dalam sinetron Suami-Suami Takut Isteri. Sinetron ini ditayangkan oleh Trans 7 beberapa waktu yang lalu. Komar juga tak berkutik ketika isterinya minta dibelikan sepeda motor. Segala upaya dilakukan, termasuk hutang atau kredit untuk memenuhi permintaan isterinya. Ini bukan karena Komar sayang kepada isteri yang berbodi bohai tetapi karena ketakutannya. Hal yang sama juga terjadi ketika isteri Komar minta diantarkan mengurus SIM di kantor polisi. Komar juga biyayakan mencari biaya saat isterinya minta ditraktir makan di restoran pada hari ulang tahunnya.

Komar yang sangar juga termasuk pria letoi. Mirip penggalan syair lagu Sabda Alam. Si rambut kriwil ini mudah bertekuk lutut di sudut kerling wanita. Janda penjual sayur yang tidak mengerling saja dirayunya. Padahal Komar tahu bahwa wanita itu sedang didekati oleh anakbuahnya.

.

Matt Drajat pemeran Komar

.

Adegan lucu tapi menyedihkan terjadi ketika Komar naik angkot. Seorang gadis manis yang duduk di sebelahnya menarik perhatian Komar. Usaha pendekatan mulai diluncurkan. “Boleh enggak kita berkenalan,” kata Komar sambil menebar senyum kelas kacang gorengnya. Berlagak sok bijak Komar menasihati si gadis. “Kalau naik angkot harus hati-hati, suka banyak copet,” tuturnya sambil cengengesan. Selanjutnya apa yang terjadi sodara-sodara? Ketika Komar turun dari angkot dan hendak membayar ongkos ternyata dompetnya raib. ” Yaaaa….kok saya dicopet siiiiiih,” ujarnya memelas.

Adegan-adegan yang menggambarkan Komar takut kepada isterinya memang menggelikan. Tetapi ada suatu momen romantis. Ketika Komar menberitahu isterinya bahwa sanksi skors atas dirinya telah dicabut oleh Kang Mus kedua insan ini saling berpelukan. Saya tak kuasa menahan tawa. “So sweet,” kata isteri saya melihat suami isteri berbodi bahenol itu bermesraan di teras rumah.

Bagaimana Matt Drajat di dunia nyata. Ternyata laki-laki paruh baya ini juga banyak kegiatan loch. Kang Komar juga pernah ditunjuk oleh Walikota Bandung Pak Ridwan Kamil sebagai brand ambassador, Duta Gotong Royong KAA. Keren kan.

Konon dialam nyata juga ada laki-laki yang galak  di kantornya tetapi lunglai ketika berhadapan dengan isterinya. Di bawah kendali isteri, begitu gurauan orang.

Pernahkah sahabat melihat sinetron komedi Preman Pensiun? Banyak loch acara di televisi yang bisa dijadikan ide postingan blog.

https://twitter.com/drajat_matt

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Inayah says:

    pernah tu Pak Dhe ..pagi-pagi aku mau beli sarapan..kok kayak lihat Bang komar di tukang ketoprak, ternyata bener. low profile banget sih..nggak begaya ala artes naik daun

    Mungkin dia hobi makan ketoprak kayak saya

  2. Mugniar says:

    Matt Drajat ini jadi top sekali, ya Pakdhe. Sekarang banyak fansnya.

    Iya, sikapnya mendua hahaha

  3. Aku ngga pernah nonton sinetron ini

    Lucu lho Jeng

  4. Jiah says:

    saya jg suka bikin post dr tontonan TV

    Iya, banyak ide dari TV

  5. Sri Wahyuni says:

    Bener juga ya Pakde kalau kita kehabisan ide tulisan, tayangan sinetron di tv bisa jadi bahan tulisannya…inspiratif Pakde

    Bukan hanya sinetron. Acara yang lain jika bisa diintip idenya

  6. wylvera says:

    Aku belum pernah nonton. Jadi penasaran euy. 🙂

    Sekarang sudah sesi ke-3

  7. Yeye says:

    Aku blm pernah nonton, pakde..

    Jd tertarik juga nih pengen nonton 🙂

    Silakan, apik kok

  8. intanrawits says:

    Wah ndak ada tipi di rumah pakdhe, jadinya ga pernah nonton sinetron,

    Nonton di kelurahan saja

  9. Salman Faris says:

    Hehehe… adegannya memang lucu, tapi belum pernah lihat sinetron secara langsung, jadi pengen sinetronnya hehehe

    Untuk hiburan dan selingan agar hidup berwarna-warni

  10. Lidya says:

    ini sih kesukaan orang tua saya pakde sinetron ini

    Sama dengan saya donk

  11. haha kelihatannya lucu, aku nggak pernah nonton sinetronnya pakdhe.
    Tapi sepertinya banyak juga ya suami takut istri di dunia nyata, garang di depan bawahan eh takluk deh dengan sang istri 😀

    Banyak kok

  12. Sriyono Suke says:

    Waahahha, sudah lama tidak nonton sinetron pakdhe…

    Sekali waktu intiplah

  13. Sudah lama tidak menonton televisi nih de. Nanti saya coba cari di youtube saja 🙂

    Saya suka untuk hiburan ringan

  14. cuman mo komen judulnya hahaha ,,, keren
    di atas sangar masih ada yang sangar

    Ternyata wajah sangar belum tentu hatinya juga sangar ya

  15. Wah suamiku suka nonton ini Pakde. Lucu sih

    Ada pelajaran yang bisa ditarik

  16. traveliouz says:

    Wah hebat juga, mukanya garang begitu tapi jadi Duta Gotong Royong KAA. Sayang saya dikosan ga punya TV jadi ga pernah nonton beliau.

    Kalau di dunia nyata mungkin nggak garang ya

Leave a comment