Teks

Merpati Tak Pernah Pergi

Puluhan bahkan mungkin ratusan burung merpati di Tanah Suci, Makkah, yang saya lihat pada tahun 2006 ternyata tak pernah pergi. Unggas yang cepat berkembang biak itu kembali menarik perhatian saya ketika saya dan isteri melaksanakan ibadah umrah awal bulan April 2017 yang baru lalu.

Burung merpati

Jamaah haji 2006 memberi makan merpati

.

Yang membedakan adalah lokasi dan lingkungannya. Dulu mereka menempati lahan yang sempit. Kini, dengan pelebaran dan pembenahan lingkungan Masjidil Haram kawanan merpati itu mendapatkan tempat bermain yang lebih luas. Dengan demikian maka mereka dapat lepas landas atau landing dengan lebih leluasa. Selain itu kesempatan untuk mendapatkan makanan yang lebih banyak juga semakin besar. Maklum, lokasi yang sekarang tempatnya strategis, tempat lalu lalang jamaah berangkat dan pulang ke dan dari Masjidil Haram.

.

BUrung merpati

Lahan merpati semakin luas dan rapi jali

.

Setelah 10 tahun lebih saya menunaikan ibadah haji kawasan Masjidil Haram kini memang menjadi lebih sedap dipandang. Selain kawasan burung merpati, lapak pedagang kaki lima yang menempati bawah jembatan layang tampaknya juga sudah tergusur. Pedagang busana muslim beserta pernak-pernik entah pindah ke mana. Di PKL ini saya dulu pernah membeli kacamata hitam seharga 5 riyal loch.

.

Pedagang kaki lima

Ke mana mereka pindah ya?

.

Ada satu hal lagi yang saya belum temukan yaitu Rumah Makan Mang Udin. Warung Indonesia yang menjual aneka makanan khas Indonesia, termasuk bakso ini juga tak kelihatan. 3 kali bus kami melintasi jalan di distrik Misfalah, tetapi Rumah Makan Mang Udin tak saya lihat. Apakah warung murah-meriah ini juga tergusur dan pindah ke lokasi lain ya?

.

Rumah makan Udin di Makkah

Rumah Makan Udin menyediakan aneka masakan Indonesia

.

Bagaimana dengan pedagang nasi dan lauk-pauk yang mangkal di sepanjang jalan Misfalah? Bagaimana pula pedagang gado-gado yang standby di teras maktab-maktab Indonesia? Apakah mereka hanya khusus berjualan pada musim haji saja? Saya belum sempat menyusuri distrik Misfalah dengan berjalan kaki. Semoga mereka tetap eksis menjual ikan gurami goreng, oseng, tahu-tempe, dan makanan khas Nusantara lainnya. Maklum jamaah Indonesia suka kangen makanan dari kampung halamannya. Apalagi sambal dan sayur lodehnya.

.

Makanan Indonesia

Pedagang yang sering diburu jamaah Indonesia. Sambalnya itu loch

.

Saya meyakini bahwa Restoran Si Doel juga tergusur. Tempat makan yang terletak di kawasan Pasar Seng itu mungkin sudah pindah lokasi karena Pasar Seng yang dekat dengan Masjidil Haram itu juga terkena penertiban.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

12 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Ronal Gigih says:

    sambelnya bikin ngiler nii,, apalagi ibu-ibu yg bikin hmm sedeep

  2. felyina says:

    sayang nggak sempat temu kangen sama Mang Udin ya Dhe. Hihihihihi

  3. Nurul Inayah says:

    Lama ga blogwalking ke sini

  4. hani says:

    Alhamdulillah sudah kembali ke Tanah Air. Pangling ya pakDe setelah 10 tahun…

  5. Sijai says:

    MasyaAllah, tanah yang penuh berkah. Semoga juga bisa segera menginjakkan kaki di sana. Aamiin

  6. andre bp says:

    Semoga suatu saat saya diberi kemudahan dan kesempatan ke Tanah suci juga.

  7. Mungkin pemerintah di sana melihat manffat yang lebih besar sehingga dilakukan perubahan. Semoga saya juga bisa segera pergi k tanah suci. aamiin

  8. rumahulin says:

    Orang indonesia memang selalu teringat dengan kulinernya yang lezat. Alhamdulillah para jamaah haji juga masih bisa menyantab menu indonesia yang di rindukan.

  9. wiiih saya baru tahu juga kalau di Mekah itu ada yang jual makanan khas Indonesia di pinggir jalannya, saya kira awalnya makanan itu hanya di restoran-restoran mewah. Keren banget lah.
    Semoga ada umur dan waktu untuk bisa pergi ke tanah suci. Aaamiin

  10. indah nuria says:

    Alhamdulillah lancar semua ya Pakdheee..enak banget itu ada warung mang Udin ๐Ÿ™‚

  11. Lahannya jadi lebih luas untuk para merpati “landing”, hehehee… dan supaya tidak saling bertabrakan ya, pakdhe…

  12. zakky says:

    wah kapan saya bisa haji yah?

Leave a comment