Teks

Wisata Ke Tembok Besar China

Pada tahun 2006 saya bersama sahabat saya Brigjen TNI Bambang Heru Sukmadi mendapat tugas dari kantor mengadakan kunjungan kerja ke kantor Atase Pertahanan (Athan) R.I di Beijing, China. Ini merupakan pelaksanaan program kerja tahunan dari kantor dengan sasaran yang berbeda setiap tahun. Kunjungan ini untuk melihat dari dekat keadaan dan pelaksanaan program kerja Athan. 

Kunjungan dilaksanakan selama 4 hari. Pada kesempatan tersebut kami juga mengadakan kunjungan kepada Dubes R.I untuk China yang berkedudukan di Beijing. Duta Besar dan Atase Pertahanan pada umumnya berada pada satu kantor.

Saat itu kami memang tidak menggunakan Paket Tour Wisata Halal China karena bepergian kami ke Beijing ini merupakan perjalanan dinas atas perintah atasan kami. Segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan ini telah diatur dan disiapkan oleh kantor kami mulai dari tiket, akomodasi, uang saku, dan dokumen perjalanan.

Sebagaimana biasanya, usai melaksanakan tugas sesuai perintah dari atasan kami memanfaatkan waktu luang untuk rekreasi di tempat tujuan. Kegiatan ini boleh dikatakan sambil menyelam minum air. Lha mumpung sudah berada di luar negeri kan tidak elok jika tidak menyempatkan diri mengunjungi obyek-obyek wisata di kota yang kami datangi.

Atas saran dari Atase Pertahanan R.I dan staf kami diacarakan mengunjungi Tembok Raksasa (Great Wall), Forbidden City, dan Lapangan Tiananmen. Pucuk dicinta ulam tiba, tempat-tempat itulah yang memang ingin kami lihat.

.

Jamuan makan malam oleh Dubes RI untuk China

Makan malam bersama Athan dan Staf Kebubes RI untuk RRC

.

Tembok Besar (Great Wall)

Tempat ini memang ingin saya kunjungi guna mengetahui seberapa panjang dan tinggi serta hebatnya bangunan bersejarah ini. Untuk melihat dari atas kami diajak naik kereta gantung. Setelah itu barulah kami menyusurinya dengan berjalan kaki. Cukup banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang berjalan kaki di tembok yang cukup panjang dan lebar ini. Salah satu fungsi tembok raksasa ini adalah sebagai benteng pertahanan.

Maksud hati ingin menyusuri bangunan kokoh-kuat ini sejauh mungkin namun apa daya tenaga dan nafas kami pas-pasan. Maklum sudah usia oversek (over seket alias lebih dari 50 tahun) Oleh karena itu tak sampai berjalan 5 km kami memutuskan untuk berhenti.

.

Traveling to Beijing

Nafas ngos-ngosan, istirahat sejenak di Great Wall China

.

Tembok Besar Tiongkok dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987 bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Great Wall ini tidak panjang terus menerus, tapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Tiongkok utara. Pada tanggal 18 April 2009, setelah investigasi secara akurat oleh pemerintah Tiongkok, diumumkan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada periode Dinasti Ming panjangnya adalah 8.851 km.

Sebelum meinggalkan Tembok Raksasa kami sempat membeli souvenir yang dijajakan di tempat start. Ada t-shirt, gantungan kunci, dan pernak-pernik unik lainnya.

.

Visiting Great Wall in China

Saya dan Brigjen Heru Sukmadi di Great Wall China

.

Forbidden City

Setelah puas melihat-lihat dan menyusuri Great Wall kami berangkat menuju tempat wisata berikutnya yaitu Forbidden City (Kota Terlarang). Tempat yang luasnya sekitar 720.000 meter persegi ini disebut juga Zijin Cheng yang artinya Kota Terlarang Ungu. Lagi-lagi kami tak sanggup mengitari seluruh area luas  yang terdiri dari 800 bangunan dan 8000 ruangan ini.

.

Visiting Forbidden City

Berpose di halaman Forbidden City

.

Bekas istana kerjaan pada zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing ini terletak di tengah kota Beijing. Pada tahun 1987 Forbidden City terdaftar sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Saya melihat banyak sekali rombongan wisatawan yang mengunjungi istana megah ini.

.

Visiting Forbidden City in Beijing

Berfoto di halaman Forbidden City Beijing

.

Lapangan Tiananmen

Keluar dari Kota Terlarang (Forbidden City) kami langsung menuju ke Lapangan Tiananmen. Luas lapangan ini 440.000 meter persegi dengan panjang 800 meter dan lebar 500 meter. Cuaca saat itu cukup bagus sehingga tidak terlalu melelahkan kami. Kemungkinan besar para wisatawan yang mengunjungi Forbbiden City juga langsung mengunjungi lapangan ini.

.

Visiting Tiananmen in Beijing

Lapangan Tiananmen

.

Menurut kisah, di lapangan ini proklamasi berdirinya Republik Rakyat Tiongkok diselenggarakan. Selain itu di sebelah selatan lapangan ini terdapat sebuah bangunan Mausoleum Ketua Mao. Di dalamnya disemayamkan jenazah Ketua Mao Zedong (Ketua Partai Komunis China dan Pendiri RRC) yang sudah diawetkan dan simpan dalam kotak kaca ditempatkan.

Sayangnya kami tidak sempat meninjau Mausoleum Ketua Mao Tersebut. Semoga lain kesempatan saya bisa berkunjung ke Beijing lagi dan meninjau obyek wisata lainnya.

.

Tiananmen Square

Saya dan Brigjen Heru Sukmadi di Lapangan Tiananmen Beijing

.

Itulah cerita traveling saya di Beijing disela-sela melaksanakan tugas negara. Tentu saja saya masih ingin kembali ke China dengan mengajak isteri dan anak-cucu agar perjalanan dan kegiatan di negeri ini lebih semarak dan menyenangkan. Untuk itu saya akan memanfaatkan Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia. Ini untuk menjaga agar kegiatan kami aman, nyaman, dan tentu saja halal.

.

Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

6 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Saya cuma ngumpulin souvenirnya aja, belum sempat ke tembok China, Dhe 🙂

    Loch, padahal dekat tho

  2. felyina says:

    Saya belum pernah ke China, Dhe. Moga-moga suatu hari bisa ke sana menjenguk saudara-saudara di sana. Semoga menang ngontesnya ya, Dhe. Salam

    Asyik loch
    Aamin

  3. Nurul Inayah says:

    Wihh pake kemeja tipis gt g dingin pak dhe? Opo pas cuaca summer. Kayak berkabut yg greatwall

    Saat itu cuaca panas sih

  4. indah nuria says:

    Foto-fotonya apiiik pakdheee..Aku belum pernah ke China. Semoga menaaang 🙂

    Aamiin. Terima kasih

  5. […] saya menerbitkan artikel berjudul Wisata ke Tembok Besar Cina saya seolah-olah seorang Traveler Blogger. Blogger baru atau lama bisa mengira saya seorang Food […]

  6. leli says:

    Hahaha pakdhe saya ngakak waktu baca singkatan oversek (over seket)
    wkwkwk

    Ayah saya juga over sek, tapi gak segaul pakde bisa nulis blog. Beliau sekarang sebatas suka youtube an, liat videonya cak nun 😀

    Btw saya belom pernah loh ke luar negri, duh kalah yaaa yang muda muda belum kesana. Gak papa nanti mau nabung dulu hihi

    Saya ke luar negeri atas biaya dinas hehehe

Leave a comment